Mulai Januari 2020, SPP SMA Negeri Sederajat di Jawa Tengah Digratiskan

Mulai Januari 2020, SPP SMA Negeri Sederajat di Jawa Tengah Digratiskan
Ganjar bersama siswa SMA. (Humas Jateng)

Pemprov Jateng memastikan program SPP Gratis bagi SMA/SMK/SLB Negeri di Jawa Tengah dimulai pada Januari 2020 ini. Jika ada siswa yang sudah terlanjur membayar SPP Penuh, bisa mendapatkan pengembalian dari sekolah.

Inibaru.id – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan program SPP Gratis bagi siswa SMA/SMK/SLB Negeri mulai diberlakukan pada Januari 2020. Siswa yang sudah terlanjur membayar SPP hingga Juni 2020 akan mendapatkan pengembalian dari sekolah masing-masing.

Jatengprov, Selasa (7/1/20) menulis, Ganjar mengungkapnya saat melakukan kunjungan kerja di Pekalongan pada Selasa (7/1). Dia menyebut seluruh kelapa sekolah sudah mendapatkan sosialisasi terkait hal ini.

“SPP gratis kami mulai tahun ini, kalau ada yang sudah terlanjur membayar full, maka kepala sekolah harus mengembalikannya,” terangnya.

Ganjar meminta dinas pendidikan, komite sekolah, dan kepala sekolah untuk menjalankan program SPP gratis ini dengan transparan. Dia juga meminta mereka untuk tidak memainkan anggaran atau bahkan melakukan korupsi.

“Karena sekarang siswanya ikut mengawasi. Siswa saya dorong menjadi agen-agen antikorupsi di sekolah,” tegasnya.

Nggak hanya menggratiskan SPP, Ganjar juga meminta pihak sekolah mengurangi pungutan kepada siswa. Jika memang ada pungutan, harus disepakati bersama dan mendapatkan izin dari Dinas Pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri juga menyebut ada konsekuensi dari program SPP gratis ini. Kini, pihak sekolah harus mengubah Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS). Jika sebelumnya RKAS dibuat di awal tahun ajaran dan dilakukan satu tahun, kini RKAS hanya dibuat enam bulan, yakni dari Januari sampai Juli 2020.

Sebelumnya, Pemprov Jateng memastikan program SPP Gratis bagi SMA/SMK/SLB negeri dimulai pada 2020. Anggaran yang disiapkan untuk menjalankan program ini mencapi Rp860,4 miliar.

Selain itu, Pemprov juga menyiapkan dana bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) sebesar Rp123,85 miliar dan Bosda khusus MA Negeri dan Swasta senilai Rp26,5 miliar.

Semoga saja hal ini bisa menurunkan angka putus sekolah di Jawa Tengah, ya Millens! (IB09/E06)