Mulai 6 Mei Mudik Dilarang, Terus Gimana yang Curi Start Pulang?

Mulai 6 Mei Mudik Dilarang, Terus Gimana yang Curi Start Pulang?
Mudik dilarang, tapi bagaimana jika ada yang melakukannya sebelum 6 Mei? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Mudik dilarang oleh pemerintah pada 6-17 Mei 2021. Lantas, bagaimana jika ada yang mau melakukannya sebelum 6 Mei?

Inibaru.id – Pemerintah memastikan mudik dilarang pada 6 sampai 17 Mei 2021. Hal ini membuat Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta mau nggak mau memberikan dukungannya. Tapi meski mengaku siap, Organda menyebut larangan mudik ini masih memiliki kelemahan. Sebagai contoh, bagaimana jika ada yang melakukannya sebelum 6 Mei?

Menurut Ketua Organda DPP DKI Jakarta Shafruhan Sinungan, larangan ini memang diberlakukan bagi ASN dan pegawai swasta. Namun, banyak pekerja sektor informal yang biasanya tetap memilih untuk mudik sebelum 6 Mei.

“Kalau penumpang ASN dan pegawai swasta, kan gampang dimonitor. Asal nggak diberi izin cuti, tentu nggak bisa mudik. Tapi bagaimana dengan pekerja informal. Pasti ada yang bisa mudik sebelum tanggal 6,” terang Shafruhan, Jumat (9/4/2021).

Melihat hal ini, Organda pun menyarankan pemerintah untuk melakukan antisipasi sebelum 6 Mei. Dia nggak ingin terjadi penumpukan penumpang justru terjadi sebelum tanggal 6.

Larangan mudik berlaku 6-17 Mei 2021. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Larangan mudik berlaku 6-17 Mei 2021. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Hanya Satu Terminal Bus AKAP di Jakarta yang Beroperasi

Selama larangan mudik berlaku pada 6-17 Mei, Organda hanya akan membuka Terminal Pulogebang sebagai tempat bus Antar-Kota dan Antar-Provinsi (AKAP) di Ibu Kota. Bahkan, demi memastikan larangan ini sukses, armada bus yang ada di terminal akan sangat dibatasi.

“Bus masih ada yang bisa beroperasi selama larangan mudik, tapi jumlahnya akan sangat terbatas,” tegas Shafruhan.

Meski begitu, saat ditanya tentang seberapa banyak jumlah bus yang ada atau PO bus apa saja yang masih akan beroperasi, Organda belum bisa merincinya. Organda hanya menyediakan bus-bus dalam jumlah terbatas bagi mereka yang memiliki kepentingan mendesak.

“Misalnya kabar duka keluarga, ada yang sakit, dan sebagainya. Tentu ini akan sangat selektif,” ucap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Rabu (7/4).

Selain mudik dilarang, Kementerian Perhubungan juga memastikan bakal melarang liburan antar-kota di periode tanggal yang sama.

“Jadi liburan ya dilarang,” terang Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati, Jumat (9/4).

Kira-kira, meski mudik dilarang, apakah tetap banyak orang yang bakal pulang kampung pada Lebaran tahun ini, Millens? (Kum/IB09/E05)