Mudik Akbar di Tiongkok Itu Bernama Chunyun

Mudik Akbar di Tiongkok Itu Bernama Chunyun
Tradisi mudik di Tiongkok menjelang Imlek disebut Chunyun. (Techinasia/Tom Booth)

Menjelang Imlek, masyarakat Tiongkok memiliki tradisi Chunyun. Tradisi ini serupa dengan tradisi mudik Lebaran di Indonesia.

Inibaru.id - Mudik nggak hanya dilakukan masyarakat Indonesia, lo. Di beberapa negara, mudik juga dilakukan menjelang perayaan hari raya. Sebagai contoh, di Tiongkok terdapat tradisi mudik yang dilakukan menjelang Imlek.

Tradisi Chunyun namanya. Chunyun disebut sebagai tradisi mudik yang melibatkan paling banyak orang di dunia.

Cnnindonesia.com (17/2/2015) menulis, pada 2015 lalu diperkirakan lebih dari 2,8 miliar perjalanan mudik dilakukan masyarakat Negeri Tirai Bambu saat liburan Imlek. Mereka yang mudik mayoritas adalah pekerja migran, mahasiswa, buruh pabrik, hingga pekerja kantoran yang merantau. Para perantau ini berbondong-bondong kembali ke kampung halaman demi merayakan Tahun Baru bersama-sama.

Baca juga: Tradisi Unik dan Menarik di Balik Kemeriahan Perayaan Imlek

Sebagaimana di Indonesia, masyarakat di Tiongkok juga menggunakan berbagai jenis alat transportasi darat, laut, dan udara untuk mudik. Sebagian di antaranya juga menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor. Bahkan, banyak pengguna sepeda motor yang menempuh ribuan kilometer hanya demi pulang kampung.

Bila ditilik dari segi bahasa, Chunyun bermakna “pergerakan musim semi”.  Makna itu senada dengan waktu dilaksanakan Chunyun yakni musim semi. Tradisi ini biasanya berlangsung sekitar 40 hari. Kendati begitu, pemerintah Tiongkok hanya memberikan libur nasional untuk Imlek selama 7 hari.

Ada tiga faktor penting mengapa tradisi Chunyun terus dilakukan masyarakat Tiongkok. Faktor pertama adalah tradisi untuk berkumpul dengan keluarga yang masih dilakukan masyarakat saat Imlek. Faktor kedua adalah terjadinya reformasi pendidikan di desa. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya mahasiswa dari luar daerah yang menuntut ilmu di universitas-universitas favorit di kota besar.

Sementara itu, faktor terakhir adalah jarangnya libur panjang di Tiongkok. Dengan disediakannya libur yang cukup panjang saat Imlek, mereka pun langsung memaksimalkannya untuk pulang ke kampung halaman.

Selain pulang kampung, warga Tiongkok juga banyak yang memanfaatkan Chunyun untuk berlibur. Tingkat ekonomi warga yang semakin mapan, mereka lebih memilih liburan ke luar negeri.

Hm, sebenarnya, faktor-faktor yang mempengaruhi tradisi mudik di Tiongkok mirip dengan yang terjadi di Indonesia, ya, Millens. Namun, penduduk Tiongkok yang sangat banyak membuat Chunyun disebut sebagai musim migrasi terbesar di dunia. (IB09/E04)