Muda dan Segar, Yuk Kenalan dengan Tujuh Staf Khusus Milenial Jokowi
Tujuh staf khusus presiden dari kalangan milenial. (Tandaseru.id)

Muda dan Segar, Yuk Kenalan dengan Tujuh Staf Khusus Milenial Jokowi

Dari 13 staf khusus ditunjuk untuk mendukung kinerja Presiden Jokowi, 7 di antaranya berasal dari kalangan milenial. Siapa saja kah mereka dan apa saja latar belakangnya?

Inibaru.id – Presiden Jokowi akhirnya mengumumkan nama staf khusus yang akan mendukung kinerja pemerintahannya di periode 2019-2024. Total, presiden mengangkat sebanyak 13 staf khusus. Tujuh di antaranya merupakan wajah baru yang berusia antara 20 hingga 30-an tahun.

Kompas, Jumat (22/11/19) menulis, tujuh staf khusus presiden dari kalangan milenial ini diperkenalkan oleh Jokowi di teras Istana Merdeka pada Kamis (21/11). Para staf khusus millenial ini diperkenalkan sambil duduk-duduk di atas beanbag berwarna-warni.

“Sore ini saya kenalkan para staf khusus presiden yang baru. Anak-anak muda nanti memiliki tugas mengembangkan inovasi di berbagai bidang,” ucap Jokowi saat memperkenalkan mereka.

Sambil membaca catatannya, Jokowi memperkenalkannya satu per satu beserta dengan latar belakangnya.

1. Adamas Belva Syah Devara

Adamas Belva Syah Devara. (netz.id)

Adamas Belva Syah Devara. Pemudia berusia 29 tahun ini adalah lulusan S2 ganda dari Harvard University serta Stanford University, Amerika Serikat. Belva adalah pendiri sekaligus CEO Ruang Guru. Belva juga masuk dalam daftar 30 pengusaha muda paling berpengaruh di Asia versi majalah Forbes.

2. Putri Indahsari Tanjung

Putri Indahsari Tanjung. (CNNIndonesia)

Staf khusus kedua adalah Putri Indahsari Tanjung yang baru berusia 23 tahun. Putri adalah lulusan Academy of Arts di San Fransisco, Amerika Serikat. Dia dikenal sebagai founder sekaligus CEO Creativepreneur serta Chief Business Officer dari Kreavi. Melalui EO yang dia miliki, Putri Tanjung kerap membuat acara yang melibatkan kamum milenial.

3. Andi Taufan Garuda Putra

Andi Taufan Garuda Putra. (Kompas)

Staf khusus berikutnya adalah Andi Taufan Garuda Putra, pendiri dan CEO dari Amartha Micro Fintech yang berusia 32 tahun. Usahanya ini kini berhasil menyalurkan  Rp 1,6 trilyun kepada 340.000 mitra di pedesaan. Pria jebolan Harvard Kennedy School ini telah berkali-kali mendapatkan penghargaan karena peran besarnya dalam mendukung dunia UMKM.

4. Ayu Kartika Dewi

Ayu Kartika Dewi. (Liputan6)

Staf khusus keempat adalah Ayu Kartika Dewi. Wanita berusia 36 tahun ini adalah peraih gelar MBA dari Duke University, Amerika Serikat. Dia adalah pendiri sekaligus mentor dari lembaga Sabang Merauke 1000 Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali. Ayu juga getol mengkampanyekan nilai toleransi dan keberagaman.

5. Gracia Billy Yosaphat Membrasar

Gracia Billy Mambrasar. (anu.edu.au)

Staf khusus kelima adalah putra asli Papua berusia 31 tahun bernama Gracia Billy Yosaphat Membrasar. Pria yang sedang menyelesaikan studi di Oxford University ini akan melanjutkan kuliah S3 di Harvard University pada Oktober tahun depan.

“Billy adalah putra hebat tanah Papua yang kita harapkan ke depan berkontribusi dengan gagasan positif,” ucap Jokowi.

6. Angki Yudistia

Angki Yudistia. (Kompas)

Staf khusus berikutnya adalah Angki Yudistia. Baru berusia 32 tahun, penyandang disabilitas ini mendirikan Thisable Enterprise. Anggota Asia-Pasific Federation of the Hard of Hearing and Deafened Person dan International Federation Hard of Hearing of Young People ini akan dijadikan juru bicara presiden di bidang sosial. Angki juga pernah menjadi salah sau finalis Abang None Jakarta pada 2008 lalu.

7. Aminuddin Maruf

Aminuddin Maruf. (republika)

Staf terakhir adalah Aminuddin Maruf. Pria berusia 33 tahun ini pernah menjadi Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Selain itu, Amin juga pernah menjabat sebagai sekretaris jenderal Solidaritas Ulama Muda Indonesia Jokowi (Samawi). Dia yang merupakan seorang santri diminta Jokowi untuk turun ke pesantren dan menebarkan gagasan-gagasan dan inovasi baru

Jokowi sengaja hanya memperkenalkan tujuh stafnya. sementara empat sisanya yaitu Arief Budimanta, Dini Shanti Purwono, Diaz Hendropriyono, Sukardi Rinakit, Ari Dwipayana, serta Fadjroel Rachman nggak diperkenalkan karena merupupakan wajah lama dan nggak masuk kategori milenial.

Semoga saja para staf khusus ini bisa membawa ide-ide segar dan kemajuan di berbagai bidang di negeri ini, ya Millens! (IB09/E06)