Motif Batik Khas Yogyakarta Ini Hampir Punah di Indonesia

Motif Batik Khas Yogyakarta Ini Hampir Punah di Indonesia
Batik nitik hampir punah. (Wargajogja)

Dari empat motif batik khas dari Yogyakarta, ada satu motif batik tulis yang sudah sangat jarang dibuat pengrajin batik. Motif batik itu jarang diproduksi karena sulit untuk dibuat dan membutuhkan waktu lama.

Inibaru.id – Indonesia punya beragam motif batik. Setiap motif memiliki ciri khas dari setiap daerah asalnya. Namun, dari sekian banyak motif itu ada beberapa motif batik yang hampir punah seperti motif Nitik dari Yogyakarta.

Keraton Puro Pakualaman Yogyakarta menyebut ada empat motif batik khas dari DIY, salah satunya motif nitik. Namun, motif batik nitik ini sangat jarang ditemui karena sedikit pengrajin yang mau menekuninya.

“Batik nitik ini hampir punah. Sudah jarang ada pembatik yang mau mengerjakannya,” ucap Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam seperti ditulis laman Tempo (23/2/2019).

Motif batik nitik cenderung sangat sulit untuk dikerjakan. Bahkan motif ini termasuk yang paling sulit dari semua motif batik tulis yang ada. Motif ini memiliki ciri khas berupa dominannya titik-titik di seluruh bagian kain. Proses pembentukan titik-titik inilah yang bisa membuatnya sangat sulit untuk dikerjakan dan membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan motif-motif lainnya.

Hasil gambar untuk batik nitik

Motif batik nitik Yogyakarta. (MI/Usman Iskandar)

Di pusat pengrajin batik tulis yang ada di kawasan Wikursari, Imogiri, Bantul, jumlah pembatik yang mau memproduksi batik nitik cenderung sangat langka. Bahkan, jumlahnya kini bisa dihitung dengan jari. Selain itu, kain dengan motif batik ini juga cenderung sangat mahal sehingga tidak semua orang bisa membelinya.

Ada beberapa jenis motif batik yang ada di Yogyakarta, khusus untuk motif batik nitik, ada dua yang cukup terkenal, yakni motif cakar ayam serta truntung. Motif yang paling dikenal biasanya adalah motif parang.

Motif parang dikenal cukup sakral bagi Keraton Yogyakarta. Bahkan, motif parang barong hanya bisa dikenakan raja. Selain itu, ada motif lain seperti semenan layaknya sidomukti serta wahyu temurun dan motif ceplok dengan ciri khas berupa dominasi bentuk kotak.

Saat ini, Paguyuban Batik Tulis Nitik Yogyakarta mendaftakan motif batik ini untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) berupa indikasi geografis.

Motif batik apa nih yang kamu kenakan, Millens? (IB09/E04)