Mengenang Perjuangan Haji Agus Salim dalam Film "Moonrise Over Egypt"

Setelah perjuangan Soekarno, Sudirman, dan Tjokroaminoto difilmkan, kini giliran kisah Haji Agus Salim yang diangkat ke layar lebar. Film yang bertajuk "Moonrise Over Egypt" ini sudah tayang di bioskop mulai Maret 2018.

Mengenang Perjuangan Haji Agus Salim dalam Film "Moonrise Over Egypt"
Salah satu adegan dalam film "Moonrise Over Egypt". (Posfilm.com)

Inibaru.id - Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan film bertema pejuangan. Kali ini, film Moonrise Over Egypt hadir untuk mengingatkan masyarakat Indonesia atas perjuangan yang dilakukan Haji Agus Salim. Film ini bercerita tentang Haji Agus Salim yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia agar diakui dunia internasional.

Sutradara film Pandu Adiputra membungkus film ini secara apik. Film bergenre suspense sejarah ini diawali dengan kisah Agus Salim yang diperankan Pritt Timothy bertolak ke Mesir pada April 1947. Agus Salim dan rombongan delegasi pergi ke Mesir untuk mencari pengakuan pemerintah Mesir atas kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. seperti ditulis Viva.co.id Jumat (16/318) 

Usaha itu nyatanya nggak berjalan mulus. Perjuangan rombongan yang dipimpin Agus Salim ini harus menghadapi taktik Duta Besar Belanda saat itu, Willem Van Recteren Limpurg, yang berusaha mengagalkan usahanya. Willem melakukan lobi politik dengan Menteri Mesir saat itu, Mahmud Fami El Nokrasyi Pasha agar kemerdekaan Indonesia nggak diakui. Dia juga menyusupkan mata-mata dalam delegasi yang dipimpin Agus Salim.

Lobi politik yang dilakukan Willem mampu mempengaruhi Nokrasyi sehingga menunda rencana kerja sama bilateral antara Indonesia dan Mesir sekaligus pengakuan atas kedaulatan Indonesia. Hal ini membuat delegasi yang dipimpin Agus Salim dibantu para mahasiswa Indonesia di Mesir berjuang meyakinkan Nokrasyi pentingnya membuka hubungan dengan Indonesia. Namun, pengakuan itu tak kunjung didapat hingga akhirnya situasi kian genting sebab masuknya pasukan NICA ke Indonesia.

Antaranews.com, Jumat (23/2/18) menulis sosok Agus Salim yang dikenal sebagai diplomat ulung bahkan dijuluki “The Grand Old Man” nggak terlihat dalam film ini. Adegan-adegan seperti ngopi, ngobrol, dan merokok di kamar hotel delegasi Indonesia malah mendominasi sepanjang film.

Proses pengambilan gambar yang 40 persen dilakukan di Mesir nyatanya nggak mampu menggambarkan suasana negeri piramid itu pada 1947 silam. Sejumlah latar pemandangan Kota Kairo dalam film ini juga menggunakan efek komputerasi.

Selain Pritt Timothy, aktor lain yang berperan dalam film ini yaitu Vikri Rahmat (AR Baswedan), Satria Mulia (H.M. Rasjidi), drh. Ganda (Natsir Pamuntjak), Reza Anugrah (Zein Hasan), Bhisma Wijaya (Hisyam), dan Ina Marika (Zahra).

Gimana nih Millens, tertarik menonton film ini? Kalau tertarik, segera kantongi tiketnya karena film ini sudah tayang mulai 22 Maret 2018. (JAM/IF)