Mobil Listrik dan Mobil BBM, Lebih Hemat Mana?

Mobil Listrik dan Mobil BBM, Lebih Hemat Mana?
Mobil listrik dianggap lebih hemat dibandingkan dengan mobil biasa. (Flickr/opengridscheduler)

Semakin banyak orang yang tertarik untuk menggunakan kendaraan elektrik seperti mobil listrik atau motor listrik. Selain ramah lingkungan, apakah benar jika kendaraan listrik ini lebih hemat dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak?

Inibaru.id - Perawatan motor listrik diklaim jauh lebih irit ketimbang motor konvensional. Hal ini karena sepeda motor listrik hanya memiliki tiga unit komponen penggerak, yaitu motor penggerak, baterai, dan sistem kelistrikan.

"Jika dihitung akan lebih murah daripada motor konvensional. Sebab, motor listrik tidak pakai servis rutin," jelas Frengky Osmond, Marketing Communication PT Triangle Motorindo, salah satu produsen motor listrik di Indonesia.

Sebagai contoh, salah satu jenis sepeda motor listrik yang ada di Indonesia membutuhkan pengisian baterai lima jam agar penuh. Jika hal ini dihitung dengan tarif dasar listrik PLN sebesar Rp 1.467 (Mei 2020), maka hanya butuh Rp 2.934 untuk dapat menempuh jarak 60 km.

"Kemudian kita bandingkan dengan motor konvesional, 60 km sekali isi bensin misalkan RON 90 per liter Rp 7.650 (Juni 2019). Itu belum bisa untuk 60 km. Anggap motornya skutik, dan bisa melaju 40 km per liter, artinya butuh 1,5 liter," kata Frengky.

Presiden Joko Widodo meninjau motor listrik Gesits. (Anwarholil.wartawanindonesia)
Presiden Joko Widodo meninjau motor listrik Gesits. (Anwarholil.wartawanindonesia)

Hal yang sama ternyata juga berlaku bagi mobil listrik. Sebagai contoh, untuk merek Glory E3 dengan kapasitas baterai sebesar 52,56 kWh, juga lebih irit dibandingkan dengan mobil BBM. Mobil ini mampu menempuh jarak 405 km jika baterai diisi penuh.

Fakta ini dipaparkan oleh Ricky Humisar Siahaan, Deputy Product Division Head PT Sokonindo Automobile.

"Jarak dari Jakarta ke Semarang itu sekitar 400 km. Artinya, dengan baterai yang terisi penuh, Glory E3 mampu mencapai Semarang. Tentunya, dengan kecepatan yang konstan," ujar Ricky di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

Hanya dengan membeli token listrik prabayar PLN seharga Rp 100.000, kamu akan mendapat sekitar 66 kWh. Artinya, selain bisa mengisi penuh baterai Glory E3, masih ada sisa untuk keperluan listrik lainnya. Nggak banyak, memang, namun biaya ini dianggap jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya BBM mobil konvensional.

Ramah lingkungan dan lebih hemat, kini mobil listrik semakin diminati. (Flickr/

Frerk Meyer)
Ramah lingkungan dan lebih hemat, kini mobil listrik semakin diminati. (Flickr/ Frerk Meyer)

Hasil tes resmi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terhadap mobil BBM berjenis Glory 560 adalah 12,66 km per liter. Jika menggunakan BBM berjenis Pertamax dengan harga per liter Rp 9.000 (Mei 2020), maka Glory 560 akan menghabiskan biaya sekitar Rp 288.000 untuk mencapai Semarang. Angka ini hampir tiga kali lebih mahal dibanding mobil listrik Glory E3.

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan rata-rata mobil konvensional membutuhkan 1 liter BBM untuk 10 km. Sedangkan untuk jarak tempuh yang sama, mobil listrik hanya memerlukan daya listrik sebesar 2 kWh, atau jika dikonversikan ke rupiah hanya sebesar Rp 2.934 per 10 km.

"Jadi kalau pakai mobil bensin 10 km biayanya Rp 9.500, kalau pakai listrik Rp 3.000," ujar Darmawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Meski begitu, kendaraan listrik juga membutuhkan perawatan, khususnya dalam hal baterai. Jika sudah lama dipakai, baterai harus diganti dengan yang baru di kemudian hari.

 Jadi, apakah kamu sudah siap beralih ke kendaraan listrik, nih, Millens(Kom/MG27/E07)