Mitos atau Fakta, Memakai Cincin Dapat Memicu Penularan Virus?

Mitos atau Fakta, Memakai Cincin Dapat Memicu Penularan Virus?
Penggunaan cincin. (Unsplash)

Baru-baru ini beredar sebuah pesan berantai di aplikasi WhatsApp mengenai imbauan untuk jangan memakai cincin saat pandemi corona. Hal tersebut dikarenakan isu yang menyebut virus dapat menempel pada logam selama 8 jam. Benarkah berita tersebut? Yuk simak penjelasannya.

Inibaru.id - Salah satu cara untuk mencegah diri dari infeksi Covid-19 adalah dengan menjaga jarak dan kebersihan. Selain itu, kamu juga diminta untuk rajin mencuci tangan dengan sabun. Apalagi jika baru ke luar rumah. Hanya saja, apakah benar jika kamu sebaiknya nggak memakai cincin terlebih dahulu selama pandemi ini?

Belakangan ini beredar pesan berantai di aplikasi perpesanan WhatsApp yang isinya adalah imbauan untuk nggak memakai cincin. Cincin dianggap bisa menjadi sarang virus dan bakteri, termasuk virus corona yang telah membunuh ratusan orang di Indonesia. 

Jika dicermati, banyak tenaga medis yang ternyata memilih untuk nggak memakai perhiasan saat bertugas. Bahkan, di bagian bedah rumah sakit, terdapat sebuah peraturan yang isinya adalah melarang penggunaan cincin dan cat kuku. Alasan dari larangan ini adalah kekhawatiran benda-benda ini bisa menjadi media bersarangnya bakteri dan sumber penyakit lainnya.

Terdapat penelitian yang membuktikan bahwa cincin yang dipakai bisa saja terbebas dari kuman setelah seseorang mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Hanya, jika pengguna cincin mencuci tangannya dengan frekuensi yang sangat sering, bisa jadi akan memicu iritasi pada kulit.

Penggunaan cincin disebut terkait dengan virus corona (Flickr/see-through-the-eye-of-g)
Penggunaan cincin disebut terkait dengan virus corona (Flickr/see-through-the-eye-of-g)

Masalahnya adalah, kulit yang teriritasi bisa jadi gerbang bagi bibit penyakit masuk ke dalam tubuh. Virus juga bisa saja dengan mudah menginfeksi. Apalagi jika tangan menyentuh benda-benda yang sudah terkontaminasi. Hal ini berarti, bukan cincin yang lebih berisiko menyebabkan penularan virus, melainkan iritasi kulit yang dipicu oleh penggunaan cincin tersebut.

Melihat fakta ini, sebaiknya kamu menyimpan cincinmu untuk sementara, setidaknya hingga pandemi ini berakhir. Hanya, jika kamu memang masih ingin mengenakannya, pastikan untuk rutin membersihkannya. Caranya adalah dengan menggunakan sikat gigi, sabun, serta air hangat.

“Sebelum pandemi melanda seluruh dunia, kami biasanya merekomendasikan untuk membersihkan perhiasan secara teratur menggunakan air hangat, sabun, dan sikat gigi sebagai aplikator,” kata perancang perhiasan di Kate Maller Jewelry, Kate Maller pada Sabtu (2/5/2020).

Gosok perhiasanmu dengan lembut ya Millens, agar tak terjadi retakan atau goresan pada perhiasanmu.

Kalau menurut kamu, sebaiknya tetap memakai cincin atau nggak nih agar nggak mudah terpapar virus corona? (Rep/IB24/E07)