Misteri Sungai Pemali di Brebes yang Kabarnya Minta Korban Setiap Tahun

Misteri Sungai Pemali di Brebes yang Kabarnya Minta Korban Setiap Tahun
Misteri Sungai Pemali Brebes yang kabarnya sering meminta korban. (Medcom/Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Di Brebes, Jawa Tengah, misteri Sungai Pemali seperti menjadi urban legend yang dipercaya banyak orang. Isunya, setiap tahun, sungai ini meminta korban atau tumbal, lo!

Inibaru.id – Setiap daerah punya urban legend-nya masing-masing. Tak terkecuali Brebes, Jawa Tengah. Nah, di sini, ada misteri Sungai Pemali yang kabarnya selalu meminta korban setiap tahun. Apakah misteri ini masih berlangsung hingga sekarang?

Pada 2021 lalu saja, setidaknya ada tiga kasus kematian yang terjadi di Sungai Pemali. Pada Sabtu (4/12/2021), seorang petani dari Kecamatan Bantarkawung bernama Rastub (68) terseret banjir tatkala berada di saung yang ada di ladangnya. Pada Selasa (30/9/2021), pelajar Sigit Nur Ismail (11) meninggal saat mandi dengan teman-temannya di Sungai Pemali. Sementara itu, pada Kamis (29/4/2021), korban Nurofik (40) ditemukan tewas ketika berusaha menyeberangi sungai tersebut.

Omong-omong, Sungai Pemali memiliki panjang lebih dari 125 km dan mengalir ke arah utara, tepatnya Laut Jawa. Sungai ini berhulu di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Brebes. Mata air dari sungai terbesar di Brebes ini bernama Tuk Sirah dan lokasinya sekitar 70 km dari Kota Brebes.

Nah, yang menarik, Tuk Sirah ini dikeramatkan warga Brebes dan bahkan jadi tujuan wisata religi. Karena dikeramatkan juga, Sungai Pemali kabarnya memiliki misteri yang dipercaya oleh warga sekitar, yakni meminta korban jiwa setiap tahun.

Cukup sering kasus kematian akibat arus sungai ini yang terkesan nggak masuk akal atau terjadi dengan sangat tiba-tiba. Isunya, yang meminta korban adalah sebangsa jin bernama Lembudana-Lembudini serta buaya putih, Millens.

Korban Sungai Pemali ditemukan meninggal pada 14 September 2021. (Korantegal.com)
Korban Sungai Pemali ditemukan meninggal pada 14 September 2021. (Korantegal.com)

Ada Tanda Sebelum Ada Korban

Seorang warga sekitar yang tinggal di dekat sungai ini, Zaki, menyebut warga bisa merasakan ada tanda-tanda tertentu sebelum ada korban di sungai tersebut. Contohlah, ada warga yang melihat riak yang aneh di sungai. Selain itu, ada juga yang mengaku melihat buaya putih di sana.

Oh ya, omong-omong soal Lembudana-Lembudini, kabarnya mahluk ini adalah ular berkepala kerbau. Konon, mahluk ini tinggal di Sungai Pemali di sepanjang Desa Dumleng sampai Desa Kertabesuki.

Lantas, mengapa warga terkesan tenang-tenang saja meski sudah melihat adanya tanda-tanda tertentu? Hal ini disebabkan oleh adanya kabar kalau korban yang meninggal biasanya adalah orang yang bukan warga dari desa di bantaran sungai tersebut. Meski begitu, warga biasanya langsung meminta siapa saja yang akan beraktivitas di Sungai Pemali lebih waspada agar nggak menjadi korban.

Meski terkait dengan hal mistis, ukuran Sungai Pemali yang memiliki lebar 20 sampai 40 meteran ini memang dikenal memiliki arus cukup kuat. Apalagi jika di musim hujan di mana debit air pasti lebih tinggi dan adanya risiko banjir. Jika nggak hati-hati saat beraktivitas di sungai ini, tentu risiko tenggelam atau terseret arus cukup besar.

Kalau kamu, percaya nggak dengan mitos Sungai Pemali meminta korban setiap tahun, Millens? (Lip, Kli, Tim, Wik, Sol/IB09/E05)