Misteri Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Beneran atau 'Prank'?

Misteri Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Beneran atau 'Prank'?
Keluarga Akidi Tio saat memberikan bantuan Rp 2 triliun untuk penanganan pandemi. Kini justru jadi polemik. (Detik)

Kasus uang sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio kembali bikin heboh karena uang itu nggak cair-cair hingga sekarang. Anaknya, Heriyanti, bahkan diperiksa oleh polisi. Sebenarnya, uang itu ada apa nggak, sih?

Inibaru.id – Sempat bikin banyak orang terkagum-kagum beberapa saat lalu, sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio justru kini jadi bahan pergunjingan masyarakat. Konon, sumbangan ini justru prank alias tipu-tipu. Apalagi, anak bungsu mendiang Akidi Tio, Heriyanti, justru digiring ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan pada Senin (2/8/2021) lalu.

Nggak hanya Heriyanti, dokter pribadi keluarga Akidi Tio, dr Hardi Darmawan juga ikut dicecar pertanyaan oleh pihak yang berwajib. Nah, setelahnya, muncul pernyataan mengejutkan dari Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Ratno Kuncoro. Dia menyebut Heriyanti sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus sumbangan Rp 2 triliun yang bermasalah.

Saking seriusnya kasus ini, ancaman hukuman yang dikenakan ke Heriyanti nggak main-main lo. Dia dianggap menyiarkan berita nggak benar, membuat kegaduhan, serta menghinda negara.

“Akan dikenakan UU nomor 1 tahun 1946, Pasal 15 dan 16. Ancaman di atas 10 tahun karena telah membuat kegaduhan,” terang Kombes Ratno, Senin (2/8).

Namun, di hari yang sama juga, kepolisian justru meralat pernyataan kalau Heriyanti sudah dijadikan tersangka. Yang mengungkapnya kali ini adalah Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi. Dia memastikan Heriyanti masih dalam proses pemeriksaan. Yang berhak menetapkan status tersangka adalah Direskrimum karena pihak inilah yang melakukan penyidikan.

Dokter keluarga Akidi, Prof dr Hardi Darmawan ikut diinterogasi terkait kasus uang Rp 2 triliun ini. (Media Indonesia/Dwi Apriyani)
Dokter keluarga Akidi, Prof dr Hardi Darmawan ikut diinterogasi terkait kasus uang Rp 2 triliun ini. (Media Indonesia/Dwi Apriyani)

Apakah Uang Rp 2 Triliun Beneran Ada?

Nah, asal mula keraguan soal uang Rp 2 triliun ini gara-gara hingga saat ini, uang tersebut belum cair. Padahal, kalau menurut Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi, uang ini berbentuk bilyet giro dan akan jatuh tempo pada Senin (2/8). Nah, bilyet giro ini sama sekali nggak bisa dicairkan.

“Setelah hari ini yang bersangkutan ke Bank Mandiri sampai pukul 14.00 WIB belum ada juga uangnya, makanya kita undang ke Polda,” terang Supriadi, Senin (2/8).

Polisi pun kemudian curiga kalau uang ini nggak ada. Mereka pun memilih untuk menelusuri dari mana dana ini dan ada atau tidaknya uang tersebut.

Satu hal yang pasti, uang sumbangan Rp 2 triliun dari Akidi Tio ini bermula dari komunikasi dr Hardi darmawan dengan Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Eko Indra Heri pada Juni 2021. Saat itu, Hardi mengaku mendapatkan amanah dari keluarga Akidi Tio untuk memberikan bantuan berupa uang Rp 2 triliun bagi masyarakat Sumatera Selatan yang terdampak pandemi Covid-19.

Nah, uang Rp 2 triliun ini diberikan secara simbolis ada 26 Juni 2021 dan disaksikan oleh Gubernur Sumsel, perwakilan TNI, dan tokoh agama atau masyarakat.

Nah, uang simbolis senilai Rp 2 triliun tersebut nggak pernah cair hingga sekarang hingga akhirnya membuat keluarga Akidi Tio pun harus berurusan dengan hukum, Millens. (Cnn/IB09/E05)