Misteri Bagaimana Rice Cooker Tahu Nasi Sudah Matang Akhirnya Terkuak!

Misteri Bagaimana Rice Cooker Tahu Nasi Sudah Matang Akhirnya Terkuak!
Bagaimana rice cooker tahu nasi sudah matang, ya? (Flickr/ David Prasad)

Pernah nggak terpikir bagaimana rice cooker tahu nasi sudah matang? Begitu matang, tombol 'Cook' pun berubah jadi 'Warm'. Seperti apa sih mekanisme dari alat elektronik ini?

Inibaru.id – Kayaknya sih ya, di zaman modern seperti sekarang ini, hampir semua rumah pasti punya rice cooker alias penanak nasi elektronik. Maklum, dengan hanya memencet tombol ‘Cook’, nasi bakal masak sendiri dan kamu bisa melakukan hal lain. Namun, kamu pernah terpikir nggak bagaimana rice cooker tahu nasi sudah matang?

Sebenarnya sih ya, pertanyaan ini cukup konyol. Maklum, peralatan elektronik ini memang dibuat agar kita nggak repot berkali-kali mengecek apakah nasi sudah matang atau belum jika menanaknya dengan cara manual. Tapi, ternyata ada lo sejumlah warganet yang penasaran bagaimana bisa rice cooker memastikan nasi yang dimasak sudah matang sehingga bisa kita makan dengan rasa yang enak.

Selain itu, kalau nasi sudah masak, pasti bakal ada suara ‘jeglek’ yang menandakan kalau tombol ‘Cook’ sudah bergeser jadi tombol ‘Warm’. Jadi, nantinya rice cooker ini nggak masak lagi, melainkan hanya menghangatkan nasi saja, Millens.

Salah seorang yang menanyakan soal kemampuan hebat rice cooker ini adalah warganet @buahhkhuldi. Nah, ternyata, pertanyaan yang kemudian viral dan menjadi bahasan hangat warganet ini menghasilkan jawaban. Salah satunya dari pengguna warganet bernam Andy Fajar Handika dengan akun @TalkinAndy.

Jadi, mekanismenya begini, Millens. Saat rice cooker berada dalam mode memasak usai tombol ‘Cook’ kamu tekan, maka air di dalam wadah nasi akan mendidih dengan suhu konstan 100 derajat Celcius. Hal ini akan membuat nasi jadi mengembang dan jadi lebih empuk. Di sisi lain, air juga bakal menguap di dalam ruangan yang tertutup rapat.

Ada mekanisme di dalam rice cooker yang membuat alat ini tahu kapan harus memindahkan tuas 'Cook' ke 'Warm. (Flickr/

David Prasad)
Ada mekanisme di dalam rice cooker yang membuat alat ini tahu kapan harus memindahkan tuas 'Cook' ke 'Warm. (Flickr/ David Prasad)

Menariknya, saat air sudah benar-benar habis menguap, maka suhu di dalam rice cooker pun bakal melebihi 100 derajat Celcius. Hal ini ternyata mempengaruhi plat logam thermostat. Nah, plat ini bakal melengkung sehingga mendorong tuas ‘Cook’ bergeser ke ‘Warm’.

Omong-omong, saklar di antara ‘Cook’ dan ‘Warm’ ini punya per dengan sifat magnetik. Nah, saat suhu di dalam peralatan elektronik ini sudah melebihi 100 derajat Celcius, maka sifat magnetik itu hilang dan akhirnya mendorong tuas ‘Cook’ ke ‘Warm’.

Di mode ‘Warm’, suhu rice cooker biasanya mencapai 75 derajat Celcius. Sayangnya, hal ini bisa membuat nasi menjadi kering kalau dibiarkan di dalam rice cooker terlalu lama. Nah, untungnya, banyak rice cooker modern atau yang berharga mahal yang kini menentukan suhunya sekitar 60 derajat Celcius saja. Selain nggak bikin nasi jadi lebih mudah kering, hal ini membuat daya listrik yang digunakan juga jadi lebih hemat.

Wah, ternyata, kalau dibahas secara ilmiah, jadi mengerti kalau ada mekanisme lumayan rumit namun cerdas untuk menentukan bagaimana nasi bisa masak di dalam rice cooker, ya Millens. (Det/IB09/E05)