Pulau Jawa Waspada Bencana

Cuaca ekstrem membuat sebagian wilayah di Pulau Jawa “tumbang”. Pemerintah pun mengantisipasi, terutama pada sektor pasokan pangan.

Pulau Jawa Waspada Bencana
Banjir di wilayah Pacitan pada 27-28 November 2017 merupakan dampak dari cuaca eksterm yang terjadi di sebagian wilayah Pulau Jawa bagian selatan. (BNPB)

Inibaru.id – Jawa menjadi salah satu wilayah yang paling banyak dihantam bencana dalam beberapa waktu terakhir. Cuaca ekstrem berlangsung sejak pekan lalu. Wilayah seperti Pacitan, Yogyakarta, Magetan, Cilacap, Banyumas, hingga Banten tak lepas dari dampak tersebut.

Dilansir dari Liputan6.com, Senin (4/12/2017), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak pekan lalu telah meminta masyarakat untuk bersiaga menghadapi cuaca ekstrem ini. Setelah siklon tropis “Cempaka” mendera pesisir selatan Jawa, badai “Dahlia” juga turut menggoyang wilayah Jawa Barat.

Siklon tropis Cempaka di wilayah perairan selatan Jateng mengakibatkan perubahan pola cuaca di sekitar lintasannya. Perubahan tersebut mengakibatkan hujan berlebih di sejumlah daerah di Pulau Jawa bagian selatan.

Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, siklon tersebut mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir serta kerusakan lainnya.

“Per 29 November 2017 pagi, 19 orang tewas, juga kerusakan lainnya,” ungkap Sutopo.

Baca juga:
Jabar Alami 102 Bencana selama Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia
Cempaka dan Dahlia Menghilang, Datanglah Dua Bibit Siklon Tropis Baru

Badai Cempaka terbentuk sekitar 32 kilometer sebelah selatan-tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kekuatan 65 kilometer per jam.

Bencana pun melanda Kabupaten Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Serang, Sukabumi, Purworejo, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan Sukoharjo.

Pacitan sebagai lokasi yang paling dekat dengan Badai Cempaka mengawali bencana dengan hujan lebat sehingga menimbulkan banjir dan longsor pada Selasa (28/11/2017). Sungai-sungai meluap, menyebabkan ribuan rumah terendam banjir. Lalu lintas pun mati.

Sementara, DI Yogyakarta juga menjadi wilayah yang cukup terdampak cuaca ekstrem tersebut. Banjir, longsor, dan puting beliung melanda wilayah itu. Tak kurang dari 114 titik bencana terjadi di lima kabupaten/kota di DIY.

Tingginya gelombang laut akibat cuaca eksterm juga memaksa PT ASDP Indonesia Ferry menutup sementara aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak, Cilegon. Gelombang laut yang tinggi membahayakan penyeberangan.

Baca juga:
Kenapa Badai Dinamai Bunga dan Buah?
Mahameru Berstatus Waspada

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam beraktivitas. Intensitas hujan yang lebat disertai angin kencang dan gelombang laut yang tinggi, ungkapnya, harus disikapi dengan kewaspadaan.

Jokowi juga memerintahkan BNPB, TNI, Polri, Basarnas, kementerian dan lembaga terkait, hingga pemda untuk mengantisipasi cuaca ekstrem ini, terutama untuk masalah pangan.

"Sampai sekarang belum ada masalah terkait gangguan pasokan produksi pangan. Namun, hal ini harus tetap diantisipasi karena ini masih Desember. Nanti masih ada Januari," tandasnya. (OS/SA)