Meski Turun, Jumlah Orang Miskin di Indonesia Masih 26,16 Juta Jiwa

Meski Turun, Jumlah Orang Miskin di Indonesia Masih 26,16 Juta Jiwa
Jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 26,16 juta jiwa. (Medcom/MI)

Per Maret 2022, Data Survei Sosial Ekonomi Nasional yang dibuat Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat orang miskin di Indonesia ada di angka 26,16 juta jiwa. Meski angkanya turun dari September 2021, tetap saja jumlah ini masih cukup banyak.

Inibaru.id – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2022, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,16 juta jiwa.

Dari total jumlah tersebut, 52,96 persen di antaranya tinggal di Pulau Jawa. Angka tersebut memang turun dibandingkan dengan data September 2021, tapi, tetap saja jumlah orang miskin di Indonesia masih cukup tinggi.

“Penduduk miskin di Jawa yang tercatat sebanyak 13,85 juta. Angka tersebut turun 9,61 persen jika dibandingkan dengan September 2021,” ungkap Kepala BPS Margo Yuwono, Jumat (15/7/2022).

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional memang rutin dibuat oleh BPS setiap bulan Maret dan September. Nah, berdasarkan data terbaru, Indonesia mengalami pemulihan ekonomi pada kuartal pertama 2022. Seluruh pulau di Indonesia mengalami penurunan persentase jumlah orang miskin.

Setelah Jawa, jumlah penduduk miskin terbanyak kedua bisa ditemukan di Pulau Sumatra dengan jumlah 5,74 juta jiwa atau 21,93 persen dari total jumlah orang miskin di Indonesia. Sementara itu, orang miskin di Bali dan Nusa Tenggara mencapai 2,07 juta jiwa.

Jumlah orang miskin di Sulawesi mencapai 2,01 juta jiwa atau mengalami kenaikan 10,02 persen dari data September 2021. Sementara itu, jumlah orang miskin di Maluku dan Papua mencapai 1,51 juta orang. Khusus untuk Kalimantan, jumlah orang miskinnya turun 5,82 persen jadi 0,92 juta jiwa.

Sebagian penduduk miskin ada di Pulau Jawa. (Medcom/MI/Panca Syurkani)
Sebagian penduduk miskin ada di Pulau Jawa. (Medcom/MI/Panca Syurkani)

Berdasarkan data tersebut, diketahui kalau persentase orang miskin di perkotaan mencapai 7,50 persen dari total seluruh penduduk di Tanah Air. Sementara itu, jumlah orang miskin di pedesaan ada di angka 12,29 persen.

“Tingkat kemiskinan di pedesaan sudah kembali ke level sebelum pandemi. Sedangkan di perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi,” jelas Margo.

Standar garis kemiskinan yang dicatat oleh BPS ada di angka Rp 505.469 per kapita per bulan. Sementara itu, komposisi garis kemiskinan makanan dipatok di angka Rp 378.455 atau 74,08 persen per kapita per bulan. Sementara itu, garis kemiskinan bukan makanan ada di angka Rp 131.014 atau 25,92 persen.

Dari data ini pula, ditemukan kalau rata-rata rumah tangga yang miskin di Indonesia memiliki jumlah anggota keluaraga 4,74 orang. Kalau kita menghitung standar garis kemiskinan dengan rata-rata ini, maka ada di angka Rp 2,395.923 per rumah tangga miskin per bulan, Millens.

Semoga saja jumlah orang miskin di Indonesia semakin berkurang, ya? (Bps, Tem/IB09/E05)