Meski Mudik Dilarang, Jangan Perlakukan Pemudik sebagai Penjahat

Meski Mudik Dilarang, Jangan Perlakukan Pemudik sebagai Penjahat
Ganjar Pranowo minta masyarakat untuk membangun narasi positif dari larangan kebijakan mudik. (Inibaru.id/ Audrian F)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin kebijakan larangan mudik dibangun dengan narasi positif. Sebab menurutnya para perantau adalah pahlawan karena mampu menahan keinginan untuk bertemu sanak keluarga.

Inibaru.id - Pelarangan mudik dengan alasan mengurangi penyebaran corona dinilai telah memengaruhi presepsi publik. Pemudik cenderung dianggap sebagai  pembawa penyakit. Bahkan dalam kasus di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ada seorang pemudik sampai mencoba bunuh diri karena ditolak oleh keluarga.

Menanggapi kondisi masyarakat tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar penanganan kebijakan tentang larangan mudik dibangun dengan narasi positif.

Menurut Ganjar, penjagaan di jalan-jalan perbatasan adalah cara yang tepat untuk melaksanakan larangan tersebut. Kemudian yang paling penting, yakni dengan memberi edukasi kepada para calon pemudik dan menjamin hidupnya selama paham dengan aturan.

“Pemudik bukan penjahat. Presiden harus mengedukasi mereka dan memberi insentif agar aman,” ujar Ganjar selepas meresmikan laboratorium Rumah Sakit Nasional Diponegoro di Undip pada Rabu (22/4/2020)

Selain itu, Ganjar nggak ingin orang-orang juga memandang negatif perantau. Baginya perantau adalah pahlawan karena rela menahan diri untuk nggak pulang. Hal itu adalah pengorbanan yang luar biasa.

Ganjar ingin terus memperhatikan para perantau. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Ganjar ingin terus memperhatikan para perantau. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Nantinya Ganjar akan membagi prioritas. Pengawasan jalan provinsi dan daerah bakal jadi perhatiannya. Namun yang paling penting adalah menjamin kehidupan para perantau.

"Maka saya dorong terus, ayo didata mereka-mereka yang tidak mudik. Jangan lihat KTP-nya mana, agamanya mana, sukunya apa. Semua harus dibantu dan dijamin," ucapnya.

Sampai saat ini, masih banyak warga perantauan Jateng di Jabodetabek yang mengeluh kepada Ganjar karena belum terdata dan belum mendapat bantuan. Menurut Ganjar kalau semua bisa terdata, permasalahan ini bisa selesai.

Untuk itu, Ganjar meminta agar pemerintah benar-benar memperhatikan nasib para perantau yang nggak boleh mudik tersebut. Apabila memang dibutuhkan gotong royong dari berbagai daerah, Jawa Tengah, lanjut Ganjar siap membantu.

Untuk itu, Ganjar juga terus berkomunikasi dengan Gubernur DKI, Jawa Barat, dan Banten terkait permasalahan tersebut. Bahkan Pemprov Jateng siap membantu.

"Kami siap kalau memang butuh gotong royong. Ayo rapat soal gotong royong itu dan kita eksekusi bersama," tegasnya.

Ingat ya, Millens, jangan berlebihan menganggap buruk pemudik. (IB28/E05)