Meski Mendung di Pagi Hari, Kok Ayam Jantan Tetap Berkokok?

Meski Mendung di Pagi Hari, Kok Ayam Jantan Tetap Berkokok?
Ayam berkokok di pagi hari. (Flickr/ Fyn Kynd)

Katanya, ayam jantan berkokok di pagi hari sebagai respons cahaya langit yang berubah karena matahari terbit. Tapi, saat mendung dan langit gelap sekalipun, mereka tetap berkokok. Kok bisa?

Inibaru.id – Di pagi hari, sebenarnya nggak benar-benar pagi hari karena masih dini hari, ayam jantan biasanya berkokok. Menariknya, hal ini rutin dilakukan setiap hari. Sebenarnya, apa sih alasan mereka selalu melakukannya?

Sebenarnya ya, ayam jantan nggak berkokok di pagi hari saja. Mereka melakukannya sepanjang waktu asalkan nggak sedang tidur. Jadi, kokok mereka ini sebenarnya untuk komunikasi sekaligus memberitahukan kepada ayam jantan lainnya tentang wilayah yang mereka kuasai.

Menariknya, ayam jantan juga melakukannya jika mendengar manusia atau bahkan mobil yang memasuki wilayah mereka berkeliaran.

Nah, biasanya, kita mendengar ayam jantan berkokok sebagai tanda bahwa matahari telah terbit. Konon, ayam melakukannya sebagai respons dari cahaya yang mulai terang di langit. Apa lagi, saat ayam terpapar senter, lampu mobil, atau cahaya-cahaya buatan lainnya di malam hari, mereka juga cenderung melakukannya.

Tapi, bagaimana kalau di pagi hari mendung? Selain itu, banyak kandang ayam yang tetap diberi lampu agar ayam tetap hangat, bukan? Apakah berarti mereka bakal lebih sering berkokok karena hal ini?

Meski mendung dan langit gelap, ayam jantan tetap berkokok di pagi hari karena dipengaruhi jam sirkadian. (Flickr/

Jim Bahn)
Meski mendung dan langit gelap, ayam jantan tetap berkokok di pagi hari karena dipengaruhi jam sirkadian. (Flickr/ Jim Bahn)

Usut punya usut, ternyata kebiasaan berkokok ayam jantan ini lebih karena jam sirkadian alias jam biologis tubuh mereka. Hal ini diungkap oleh peneliti Takashi Yoshimura. Dia mengungkap hal ini dalam tulisan ilmiah dengan judul Circadian Clock Determines The Timing of Rooster Crowing yang diterbitkan dalam Current Biology.

“Kokok ayam jantan di dini hari nggak hanya sebagai respons antisipasif, namun juga di bawah kendali jam sirkadian,” ujar Yoshimura.

Maksudnya begini Millens. Hal ini mirip dengan kebiasaan tubuh kamu mulai mengantuk sejak pukul 21.00 malam hari. Hal ini terjadi secara otomatis karena tubuh sudah merekamnya sebagai kebiasaan harian. Nah, hal ini jugalah yang terjadi pada ayam jantan yang berkokok di pagi hari, apapun kondisi cahaya di lingkungannya.

Menariknya, Yoshimura juga menemukan kebiasaan berkokok ayam jantan lainnya. Jika ayam jantan ini hidup dalam kawanan, ternyata ada aturan tak resmi yang membuat satu ayam jantan berkokok lebih dulu dari ayam lainnya. Hal ini dilakukan terus seperti absensi di kelas hingga semua ayam selesai berkokok.

Biasanya sih ya, yang pertama melakukannya adalah pimpinan kawanan, dan setelahnya yang dianggap lebih senior dari ayam-ayam lainnya.

Jadi, sudah mengerti kan alasan mengapa ayam jantan berkokok di pagi hari meski langit mendung dan gelap? (Nat/IB09/E05)