Meski Angka Potensi Penularan Covid-19 Turun, Jateng Nggak Ingin Gegabah Terapkan New Normal

Meski Angka Potensi Penularan Covid-19 Turun, Jateng Nggak Ingin Gegabah Terapkan New Normal
Petugas Militer menjaga Bandara Ahmad Yani. (Inibaru.id/ Audrian F)

Beberapa waktu terakhir Bappenas menyebut kalau Jawa Tengah termasuk provinsi yang siap melakukan New Normal karena angka potensi penularan menurun. Namun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo enggan gegabah.

Inibaru.id - Kabar penerapan New Normal di Jawa Tengah terus dinanti. Terlebih setelah penurunan angka reproduksi atau potensi penularan dari virus Covid-19 di Jawa Tengah. Data dari Bappenas mencatat, saat ini angka Rt (R effective) atau angka reproduksi yang terjadi setelah adanya intervensi di Jawa Tengah menunjukkan angka kurang dari satu.

Kendati demikian, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo enggan tergesa-gesa mengambil kebijakan penerapan new normal. Ganjar nggak ingin gegabah dan terus berupaya menyiapkan masyarakat Jawa Tengah agar benar-benar siap menyiapkan new normal.

"Saya belum tergesa-gesa menerapkan itu. Saya lebih suka kita menyiapkan dengan baik agar clear betul persiapannya," kata Ganjar, Selasa (2/6).

Menurut Ganjar, new normal akan dilaksanakan apabila setiap institusi, lembaga, tempat ibadah, sekolah, dan tempat publik lain di Jateng benar-benar menyiapkan ini dengan baik. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan harus mulai tumbuh.

Ganjar mengungkapkan Jateng nggak akan gegabah menerapkan New Normal. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ganjar mengungkapkan Jateng nggak akan gegabah menerapkan New Normal. (Inibaru.id/ Audrian F)

Angka tadi tetap Ganjar jadikan sebagai pegangan. Namun dia tidak ingin terus gegabah. Ganjar khawatir masih ada gelombang kedua, ketiga, dan seterusnya.

"Kami juga terus mengontrol daerah-daerah yang masih fluktuatif kasusnya seperti Kota Semarang," tegasnya.

Menurutnya, mengedukasi masyarakat mengenai new normal harus menjadi fokus. Jadi kalau angka statistik turun, masyarakat sudah siap menjalankannya sebagai kebiasaan baru.

"Sekarang saja masih ada masyarakat yang nggak mau pakai masker kok, jadi masih banyak hal yang harus disiapkan," tuturnya.

Ganjar pun meminta edukasi tersebut dilakukan oleh wali kota. Selain itu daerah hijau juga harus dipertahankan. Daerah tersebut harus terus diawasi agar nggak kecolongan.

Memang lanjut Ganjar, banyak orang yang bertanya kapan normal baru diterapkan di Jawa Tengah. Menurutnya, penerapan itu nggak akan dilakukan dalam waktu dekat.

Pelanggan pasar sudah bersiap melakukan new normal dengan menggunakan face shield. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Pelanggan pasar sudah bersiap melakukan new normal dengan menggunakan face shield. (Inibaru.id/ Audrian F)

Untuk saat ini, Pemprov sedang menghitung secara matang terkait prediksi adanya gelombang kedua, ketiga, dan seterusnya. Persiapan matang harus betul-betul dilakukan berikut dengan penanganan kesehatannya.

"Penerapan normal baru itu bukan berarti urusan pandemi selesai lho. Artinya kita harus menyiapkan betul antisipasi-antisipasi yang ada, jangan sampai diterapkan normal baru kita lengah dari sisi kesehatan apabila terjadi gelombang selanjutnya," ucapnya.

Bedasarkan info dari Bappenas Jateng, Jabar, dan Kalimantan Utara sebagai tiga provinsi dengan angka reproduksi efektif (Rt) <1 minimal 14 hari berturut-turut. Bahkan, kondisi Rt <1 Jateng sudah terjadi selama 42 hari.

Menurutmu, sudah siap belum sih masyarakat Jawa Tengah hidup di era new normal? (IB28/E05)