Mertua Diduga Terpapar Corona, Pernikahan di Sukoharjo Jadi Sumber Baru Penyebaran Covid-19

Mertua Diduga Terpapar Corona, Pernikahan di Sukoharjo Jadi Sumber Baru Penyebaran Covid-19
Ilustrasi: Pernikahan di Sukoharjo diyakini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Pernikahan di Sukoharjo menjadi sumber baru penyebaran Covid-19. Penyebaran virus ini diduga berawal dari orang tua salah seorang pengantin yang datang dari Jakarta dan berinteraksi dengan para tamu undangan.

Inibaru.id - Bukannya bahagia, resepsi pernikahan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, malah membawa petaka. Sejumlah orang dikabarkan terpapar virus corona saat menghadiri resepsi yang digelar akhir pekan lalu tersebut, yang sekaligus menjadikannya klaster baru penyebaran Covid-19 di Sukoharjo.

Hal ini seperti dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Senin (17/8/2020). Yunia mengonfirmasi, sedikitnya ada empat orang yang terpapar virus Covid-19 saat menghadiri acara pernikahan.

"Gugus tugas masih melakukan pelacakan atau tracing terhadap keluarga mempelai maupun tamu undangan yang menghadiri acara pernikahan tersebut,” kata perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo tersebut.

Ilustrasi: Pernikahan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya) 
Ilustrasi: Pernikahan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya) 

Sebagai informasi, resepsi pernikahan diadakan di rumah mempelai perempuan yang beralamat di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Acara dihadiri kerabat dan tetangga dari kedua mempelai. Dugaan sementara, orang tua mempelai laki-laki yang berasal dari Jakarta menjadi media penyebaran Covid-19.

Penyebaran dipercaya terjadi saat orang tua pengantin tersebut berinteraksi dengan tamu undangan. Para tamu undangan yang berinteraksi langsung tersebut, yang menjadi kontak lini pertama, pun harus melakukan tes polymerase chain reaction (PCR), untuk memastikan kondisi mereka.

Sementara, untuk kontak lini kedua dan ketiga, para tamu undangan akan diminta melakukan tes rapid guna mendeteksi dini antibodi tubuh. Apabila rapid test reaktif, mereka akan langsung diarahkan untuk tes PCR guna memutus rantai penyebaran virus corona.

Yunia mengatakan, saat ini pasien positif tanpa gejala dari klaster tersebut tengah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Menurutnya, penambahan pasien positif corona dari resepsi pernikahan ini berpotensi terjadi karena yang menghadiri acara cukup banyak.

Kurva Belum Menurun

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 cum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati. (Sukoharjonews)
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 cum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati. (Sukoharjonews)

Lebih lanjut, Yunia Wahdiyati mengungkapkan, akumulasi pasien positif covid-19 di Sukoharjo saat ini mencapai 356 orang. Di antaranya, 259 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 12 orang meninggal dunia.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, kurva pandemi Covid-19 di Sukoharjo saat ini belum menurun karena ada peningkatan pasien positif selama beberapa pekan terakhir.

Kabupaten yang berdekatan dengan Kota Solo tersebut saat ini merupakan daerah dengan kategori risiko sedang atau zona orange. Wardoyo mengatakan, masa status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 akan diperpanjang hingga akhir September.

“Tren persebaran pandemi Covid-19 meningkat. Jika kondisinya seperti ini terus-menerus, status KLB Covid-19 bakal diperpanjang,” ungkapnya.

Yap, kalau terus ada yang nakal dan nggak tahu aturan, entah sampai kapan status pandemi corona ini baru bisa ditanggalkan. (MG33/E03)