Menculik 2 WNI Asal Sulbar, Abu Sayyaf Minta Tebusan Miliaran Rupiah

Dua warga negara Indonesia masih disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Hingga kini upaya pembebasan masih terus dilakukan.

Menculik 2 WNI Asal Sulbar, Abu Sayyaf Minta Tebusan Miliaran Rupiah
Sinyo Harry Sarundajang, Duta Besar Indonesia untuk Filipina. (Tribunnews/Rina Ayu)

Inibaru.id – Pemerintah terus berupaya untuk membebaskan dua Warga Negara Indonesia asal Wakatobi yang ditahan kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Koordinasi terus dijalin dengan pemerintah Fillipina dan Malaysia.

Duta Besar Indonesia untuk Fillipina Sinyo Harry Sarundajang menyebut pemerintah Fillipina ingin upaya pembebasan sandera tanpa disertai uang tebusan. FYI, kelompok ini meminta uang tebusan 10 miliar rupiah.

“Istana Kepresidenan Malacanang, melalui Juru Bicara Kepresidenan Salvador Panelo, pada hari yang sama juga menyampaikan pernyataan pers terkait kebijakan pemerintah Fillipina mengenai ‘no ransom policy’ dalam pembebasan sandera. Ditegaskan bahwa pihak keamanan Fillipina akan melakukan upaya terbaik untuk membebaskan sandera tanpa perlu adanya uang tebusan. Panelo menggarisbawahi bahwa pemberian uang tebusan akan memicu berulangnya peristiwa penculikan serta memberikan peluang pihak ASG (Abu Sayyaf Group) untuk membeli persenjataan,” kata Harry dalam keterangannya, dikutip detiknews, Senin (25/2/2019)

Aksi penculikan yang terus dilakukan kelompok ini membuat geram berbagai pihak termasuk Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang akhirnya turun tangan langsung. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa Indonesia, Fillipina, dan Malaysia sudah punya kerjasama yang berkaitan dengan penanganan terrorisme.

Politikus PDI Perjuangan itu memastikan upaya pembebasan terus dilakukan. Kendati demikian, upaya ini dilakukan dengan upaya semimiliter.

“Info seperti ini tak bisa serta merta dilakukan secara terbuka. Langkah-langkah tertutup yang dilakukan pemerintah Indonesia maupun pemerintah Fillipina berkaitan dengan pembebasan sandera yang dilakukan teroris,” ujarnya.

Kedua WNI yang tersandera tersebut yakni Hariadin dan Heri Ardiansyah. Mereka adalah warga Dusun La Bantea, Desa Kalimas, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Hariadin dan Heri disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf pada 5 Desember 2018 lalu di perairan Sandakan, Sabah, Malaysia.

Penyanderaan ini terkuak dari video yang sengaja diviralkan kelompok Abu Sayyaf. Diduga kedua korban sudah disandera sejak Desember 2018. Semoga para sandera bisa lekas dibebaskan dan kembali ke keluarganya ya, Millens. (IB24/E05)