Menyoal Tudingan Jualan Resort untuk Bukit Algoritma, Silicon Valley di Cikidang Sukabumi

Menyoal Tudingan Jualan Resort untuk Bukit Algoritma, Silicon Valley di Cikidang Sukabumi
Penandatanganan proyek Bukit Algoritma, Silicon Valley Indonesia. (Antara/HO)

Warganet Twitter dihebohkan dengan unggahan jualan resort pada 2017 lalu di Cikidang Sukabumi. Hal ini memunculkan tudingan bahwa proyek Bukit Algoritma yang digadang-gadang bakal jadi Silicon Valley asli Indonesia hanyalah proyek gimik belaka.

Inibaru.id – Dalam seminggu terakhir, warganet dihebohkan dengan proyek Bukit Algoritma, Silicon Valley asli Indonesia yang kabarnya akan dibangun di Jawa Barat. Politisi Budiman Sudjatmiko menjadi yang paling getol membeberkan rencana ini.

Hanya, di media sosial Twitter, warganet justru dikejutkan dengan unggahan akun @Icha02839886 pada 7 Agustus 2017 itu. Unggahan tersebut sebenarnya adalah iklan penjualan resort dengan harga Rp 300 ribu permeter. Luas resort tersebut adalah 300 hektare.

Masalahnya adalah, resort yang dijual adalah di Cikadang, Sukabumi, salah satu lokasi Bukit Algoritma bakal dibangun. Hal ini pun memunculkan tudingan bahwa proyek bukit algoritma hanyalah gimik untuk penjualan properti saja.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah memperingatkan siapa pun yang terlibat dalam proyek Bukit Algoritma. Laki-laki yang akrab disapa Emil ini nggak mau rencana proyek ini bakal jadi gimik saja. Dia ingin Bukit Algoritma benar-benar bisa memberikan manfaat besar bagi perkembangan teknologi Tanah Air.

“Kenapa Silicon Valley (di AS) sukses? Karena di sana ada kumpulan universitas berdekatan dengan kumpulan industri, berkumpul dengan finansial institusi,” terang Emil, Senin (12/4/2021).

Dia pun ingin lembaga riset, investor, dan industri yang memakai hasil riset ini berkumpul di satu titik sehingga nantinya impian munculnya Silicon Valley Indonesia bisa benar-benar terwujud.

Proyek Bukit Algoritma untuk pengembangan teknologi. (Monitor.co.id)
Proyek Bukit Algoritma untuk pengembangan teknologi. (Monitor.co.id)

Apa Sih Bukit Algoritma yang Kabarnya Bakal Jadi Silicon Valley Indonesia Ini?

Kehebohan tentang Silicon Valley ini bermula sejak Rabu (7/4). Saat itu, PT Amarta Karya (Persero) yang merupakan perusahaan plat merah memutuskan untuk melakukan kerja sama pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pengembangan teknologi serta industri 4.0. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan Budiman Sudjatmiko selaku Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO, Dirut Amarta Karya Nikolas Agung, serta Dirut PT Bintang Raya Lokalestari Dhanny Handoko.

Proyek Bukit Algoritma ini akan dibangun di Cibadak dan Cikidang, Sukabumi, di atas lahan seluas 888 hektare. Tahap awal pembangunannya bakal memakan waktu 3 tahun. Total, nantinya akan dibutuhkan 11 tahun hingga proyek ini tuntas.

Dana pembangunannya diperkirakan menghabiskan Rp 18 triliun! Nggak hanya untuk membangun Bukit Algoritma, dana ini juga akan dipakai untuk mendukung pendidikan dan penciptaan pusat riset dan peningkatan kualitas ekonomi 4.0.

“Kelak, kawasan ini akan menjadi salah satu pusat untuk pengembangan inovasi dan teknologi tahap lanjut, seperti misal kecerdasan buatan, robotik, drone, hingga panel surya untuk energi yang bersih dan ramah lingkungan,” ucap Budiman pada Rabu (7/4).

Di sini, peran Amarta Karya adalah untuk membangun infrastruktur layaknya jalan raya, fasilitas air bersih, energi listrik dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Kalau menurutmu, proyek besar Bukit Algoritma yang digadang-gadang bakal jadi Silicon Valley Indonesia ini apakah akan berhasil dan memberikan manfaat ke depannya, Millens? (Det, Sua/IB09/E05)