Sukmawati Soekarnoputri Minta Maaf

Sukmawati Soekarno Putri akhirnya angkat bicara atas puisi yang dibacakannya di Indonesia Fashion Week 2018. Dia juga meminta maaf kepada publik atas puisinya itu.

Sukmawati Soekarnoputri Minta Maaf
Sukmawati Soekarnoputri meminta maaf (Tribunnews.com)

Inibaru.id – Setelah diprotes sejumlah pihak, Sukmawati Soekarnoputri akhirnya meminta maaf secara terbuka pada konferensi pers yang diadakan di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018). Sambil menangis, Sukma meminta maaf atas puisi yang dibacanya pada Indonesia Fashion Week 2018 pekan lalu.

Sukmawati mengaku dirinya nggak memiliki niat untuk menghina Islam. Dia didampingi putri Mohammad Hatta Halida Nuriah Hatta menegaskan, dia bangga terhadap identitasnya sebagai muslimah.

“Dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia khususnya bagi mereka yang tersinggung dan keberatan dengan puisi Ibu Indonesia,” kata perempuan 66 tahun tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Sukmawati menjelaskan, puisi yang diterbitkan 2006 silam itu dibacakan semata-mata untuk menyesuaikan tema pagelaran busana yang menonjolkan identitas bangsa. Puisi itu juga diakui Sukma sebagai refleksi atas keprihatinannya terhadap rasa kebangsaan anak muda yang semakin berkurang.

Sebelum ini, Sukmawati diketahui dilaporkan Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari ke Polda Metro Jaya. Forum Anti Penodaan Agama dan Advokat Cinta Tanah Air juga melaporkannya ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Laporan ini berbuntut pada rencana Persaudaraan Alumnus 212 untuk berdemonstrasi dari Masjid Istiqal ke Bareskrim Polri pada Jumat (5/3) besok.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama memberi respons yang berbeda atas puisi tersebut. Menurut Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini, umat Islam nggak perlu membawa masalah ini ke ranah hukum jika Sukmawati sudah meminta maaf.

“Cukup dengan tabayyun bahwa tidak ada maksud menghina Islam, itu sudah cukup saya kira. Kita kan bangsa Indonesia yang menghargai adanya perbedaan sekaligus juga bangsa yang memaafkan. Kami imbau kepada umat Islam yang tersinggung, kalau Bu Sukmawati sudah minta maaf ya kita terima maafnya,” kata Helmy.

Sukmawati Soekarnoputri bukanlah kasus pertama yang diduga menistaakan kelompok agama tertentu. Kasus serupa juga menjerat Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama yang berbuntut pada hukuman penjara dua tahun. Selain itu, sederet nama juga pernah diduga menistakan agama seperti Dokter Otto Rajasa di Balikpapan, Aking Saputra di Karawang, dan Arnoldi Bahari di Pandeglang. (AS/IF)