Menyesatkan, 5 Mitos Terkait Malam Pertama Ini Nggak Boleh Kamu Percaya

Menyesatkan, 5 Mitos Terkait Malam Pertama Ini Nggak Boleh Kamu Percaya
Ilustrasi: Minimnya pengetahuan membuat calon pengantin percaya pada mitos malam pertama. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Mungkin karena orang Indonesia agak menutup diri dari informasi seputar kesehatan seksual, ada begitu banyak mitos atau hoaks yang melingkupi. Paling nggak, ada 5 mitos mengenai malam pertama yang ternyata nggak benar. Parahnya, hal ini sudah kadung dipercaya banyak orang. Apa saja? 

Inibaru.id - Nggak sedikit orang yang masih percaya pada informasi yang salah seputar malam pengantin. Kalau dipikir-pikir, minimnya pengetahuan calon pengantin soal hal berbau seksual menjadi penyebab utamanya. Adanya embel-embel "tabu" membuat orang enggan mendiskusikan atau sekadar membicarakannya.

Padahal, percaya pada mitos seputar malam pertama bisa jadi berdampak pada kehidupan seksual pasangan pada masa yang akan datang. Hm, kira-kira mitos apa saja yang menyesatkan?

1. Keluar Darah Berarti Masih Perawan

Ilustrasi: Keperawanan nggak selalu dibuktikan dengan keluarnya darah saat malam pertama. (Freepik)
Ilustrasi: Keperawanan nggak selalu dibuktikan dengan keluarnya darah saat malam pertama. (Freepik)

Sering mendengarnya? Padahal, ini cuma mitos. Ada sebab mengapa seorang perempuan mengeluarkan darah atau nggak mengeluarkannya pada malam pertama. FYI, darah ini berasal dari robeknya selaput dara (hymen).

Karakteristik hymen berbeda pada setiap perempuan. Ada yang tipis dan mudah robek, ada yang tebal. Bisa jadi ,hymen sudah pecah sebelum malam pertama karena aktivitas fisik seperti bersepeda, memanjat, atau terjatuh.

Jadi, jangan langsung berprasangka buruk kalau pasanganmu nggak berdarah saat malam pertama. Lagipula, darah yang keluar dari vagina nggak banyak dan sangat mungkin nggak terlihat. Ingat, ini bukan menstruasi!

2. Menyakitkan

Ilustrasi: Berhubungan seksual kali pertama nggak akan menyakitkan kalau kamu tahu cara yang benar. (Shutterstock) 
Ilustrasi: Berhubungan seksual kali pertama nggak akan menyakitkan kalau kamu tahu cara yang benar. (Shutterstock) 

Banyak pasangan terutama perempuan yang takut melalui malam pertama karena konon rasanya menyakitkan. Padahal, anggapan ini nggak selalu benar. Selama didahului dengan pemanasan yang cukup, penetrasi nggak akan menyakitkan. Rasa sakit biasanya disebabkan vagina kurang terlubrikasi. 

3. Sehebat Film Biru

Ilustrasi: Karena malam pertamamu terjadi tanpa settingan, banyak hal di luar kendali bisa terjadi. (Hawtcelebs)
Ilustrasi: Karena malam pertamamu terjadi tanpa settingan, banyak hal di luar kendali bisa terjadi. (Hawtcelebs)

Kamu mungkin membayangkan akan punya malam pertama seheboh adegan di film biru. Faktanya, nggak selalu begitu. Yang kamu tonton cuma film. Semua diatur dan disunting dengan tujuan tertentu. Malam pertama milikmu mungkin masih banyak kekurangan, tapi bukan berarti gagal.

Jadi, kalau kamu rajin nonton film dewasa dengan dalih belajar menyenangkan pasangan, segeralah akhiri. Film itu bukan metode pembelajaran yang baik. 

4. Penis Besar, Istri Puas

Ilustrasi: Penis besar nggak menjamin kepuasan istri. (iStock)
Ilustrasi: Penis besar nggak menjamin kepuasan istri. (iStock)

Alat vital besar seolah menjadi prestise tersendiri bagi kaum adam. Mereka beranggapan bahwa penis besar dapat memuaskan istri. Padahal nggak demikian lo. Justru jika terlalu besar dan nggak cukup pemanasan, istri bisa kesakitan.

5. Mengalami Ejakulasi Dini 

Ilustrasi: Ejakulasi dini bisa disebabkan karena terlalu bergairah. (Shutterstock)
Ilustrasi: Ejakulasi dini bisa disebabkan karena terlalu bergairah. (Shutterstock)

Anggapan ini juga hanya mitos. Ejakulasi dini terjadi karena gairah yang terlalu tinggi. Wajar sih gairah seksual meningkat tajam saat malam pertama. Jadi, bukan menjadi pertanda buruk. O ya, ejakulasi dini juga bisa dicegah dengan mengendalikan gairah. 

Karena mitos-mitos di atas, malam pertama yang seharusnya menyenangkan menjadi sangat menakutkan. Masing-masing pasangan merasa harus memenuhi standar tertentu. Padahal nggak sama sekali.

Semua ini, kuncinya cuma satu, yakni menggali informasi dalam-dalam. Ingat, sedikit bertanya, sesat di malam pertama. Ok, Millens? (kom/IB21/E03)