Keresahan Jiwa Kita Ada di Pameran Seni Praxernia

Keresahan Jiwa Kita Ada di Pameran Seni Praxernia
Salah satu karya desain yang dipamerkan di Pameran Seni Praxernia (Inibaru/Artika Sari)

Sebanyak 23 karya desain dipamerkan dalam Pameran Seni Praxernia di Semarang. 23 karya desain ini mengangkat tema tentang keresahan jiwa manusia terhadap berbagai hal. Seperti apa pamerannya?

Inibaru.id – Psikolog terkenal Inggris Raymond Bernard mengatakan, manusia selalu memiliki sifat ingin maju, enggan stagnan, dan karena itulah mereka menyimpan keresahan.

"Itulah 'praxernia', yang menjadi judul pameran kami," ungkap Imam Satrio, ketua panitia Praxernia, pameran seni yang digagas mahasiswa seni rupa konsentrasi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang, Jawa Tengah

Imam mengatakan, semangat dari pameran yang digelar dari Minggu-Sabtu (24-30/6/2018) tersebut adalah untuk menampilkan desain yang berasal dari keresahan jiwa seniman.

Karya Desain berjudul "Slide of My Mind" (Inibaru.id/Artika Sari)

Imam menambahkan, mahasiswa DKV memang biasanya memiliki keresahan tersendiri terhadap lingkungan, khususnya yang terkait dengan desain pada baliho, iklan, reklame, hingga bungkus produk UMKM yang justru tampak seperti sampah visual.

"Melalui pameran seni ini keresahan yang ingin mereka bagi lebih luas dan kompleks," ujarnya.

Digelar di Gedung Widya Mitra yang beralamat di Jalan MT Haryono No 360, Semarang, pameran tersebut menampilkan 23 karya desain dalam berbagai bentuk yang berasal dari 20 seniman. Nah, buat kamu yang pengin datang, pameran tersebut dibuka gratis untuk umum, kok, dan bisa kamu datangi mulai pukul 15.30 hingga 22.00 WIB.

Tiga karya desain yang dipamerkan di ruang pertama. (Inibaru.id/Artika Sari)

Tema Keresahan

Permasalahan keluarga hingga budaya menjadi tema-tema keresahan yang menarik dalam desain-desain pameran itu. Beberapa karya desain nggak hanya berbentuk visual, tapi juga dalam bentuk bau atau aroma. Unik!

Karya desain di ruang kedua (Inibaru.id/Artika Sari)

Salah satu karya desain yang memiliki representasi unik adalah tiga kursi, tiga cangkir, dan satu meja yang terletak di ruang kedua pameran. Pengunjung pasti mengira itu sekadar tempat duduk yang disediakan panitia, padahal enggak. Ini menggambarkan keresahan terkait komunikasi kaum millenials yang kian sulit lantaran fokus pada gawai. Jleb banget, nih!

Karya desain kursi, meja, dan cangkir ini membuat pengunjung memikirkan kembali bagaimana komunikasi kini kalah oleh teknologi (Inibaru.id/Artika Sari)

Masuk ke ruang pameran ketiga, di sudut dekat pintu ada sebuah kotak berlubang berbentuk segitiga. Cobalah intip isinya dan cium baunya! Ada aroma menyan yang mengingatkanmu pada suasana Jawa di masa lampau.

Imam menerangkan, kotak hitam tersebut merupakan representasi dari keresahan seniman terhadap budaya Jawa yang terkikis oleh modernitas zaman. Tertarik menilik isi dalam kotak tersebut? Bertandanglah ke pameran itu, ya!

Kotak hitam (Inibaru.id/Artika Sari)

Lalu, ada pula diorama berjudul “Bayangkanlah” karya Bima dan Fadhli. Diorama berbentuk persegi panjang ini berisi hewan-hewan yang berdiri di atas tengkorak berserakan lengkap dengan suara burung hantu yang membuat bulu kudukmu merinding.

Karya desain ini merupakan refleksi dari masyarakat distopia terhadap keadaan Bumi di masa mendatang. Hilangnya lahan hijau mengakibatkan hewan kehilangan habitat mereka sehingga ancaman kepunahan terasa begitu nyata. Di balik keseramannya, ada satu pesan penting dalam karya itu, yakni agar kita lebih peduli pada lingkungan.

Diorama berjudul “Bayangkanlah” karya Bima dan Fadhli. (Inibaru.id/Artika Sari)

Imam berharap, karya-karya desain yang dipampang dalam gelaran Pameran Seni Praxernia ini bisa menginspirasi pengunjung.

"Nggak cuma menginspirasi, tapi juga memotivasi mereka supaya ikut berkarya dan terus mengembangkan kemampuan mereka,” pungkasnya.

Bagi Sobat Millens yang tertarik pada seni dan desain, kamu boleh banget memasukkan acara ini dalam agendamu. Jangan lupa ajak teman, adik, atau gebetanmu supaya keindahan dan keunikan karya-karya desain di sana bisa menginspirasi mereka juga, ya! (Artika Sari/E03)