Diorama Warga Desa yang Tersaji dalam Patung-Patung Kandri

Jalan-jalan ke Semarang belum lengkap kalau berkunjung ke Desa Kandri di Kecamatan Gunungpati. Di sana, kamu bisa menemukan suvenir khas Semarang yang unik dan beda dari biasanya melalui produk-produk Kandri Ethnic.

Diorama Warga Desa yang Tersaji dalam Patung-Patung Kandri
Patung Kandri. (Inibaru.id/Artika Sari)

Inibaru.id – Kamu yang sedang berkunjung ke Semarang dan bingung mencari cendera mata yang unik, mungkin bisa menjadikan Desa Kandri di Kecamatan Gunungpati sebagai tujuan wisatamu. Di sana, kamu bisa menjumpai patung-patung buatan Kandri Ethnic yang memamerkan pesona kehidupan desa.

Nggak sembarang patung, patung-patung ini dibuat dengan memanfaatkan limbah, lo. Berbahan dasar kayu yang dikombinasi dengan ranting pohon dan akar, bentuk-bentuk yang dihasilkan pun cukup menarik. Mulai dari orang mencangkul, mengambil air, hingga menarik gerobak, silakan pilih sesuai selera!

Kandri Ethnic tampak depan. (Inibaru.id/Artika Sari)

Adam selaku perupa sekaligus pemilik Kandri Ethnic mengaku ide membuat patung yang kental suasana pedesaan itu muncul sekitar 2013. Saat itu, Desa Kandri sedang berkembang menjadi desa wisata. Terpikir olehnya untuk membuat suvenir yang menggambarkan kehidupan ala pedesaan.

Memanfaatkan sisa rumput pakan sapi, daun pisang, jerami, ranting kayu, dan kayu yang sudah dimakan rayap, Adam kemudian mengolah bahan-bahan itu menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. Bermodal Rp 100 ribu untuk membeli cat dan lem, Adam lantas memasarkan karyanya melalui pameran hingga media sosial.

“Sehari saya bisa membuat sekitar 25-30 patung ukuran kecil. Kalau untuk ukuran yang besar, saya butuh waktu sekitar dua jam. Yang sulit itu mencari inspirasinya,” tutur lelaki 27 tahun itu.

Unik kan? (Inibaru.id/Artika Sari)

Lantaran unik, nggak heran produk-produk Kandri Ethnic ini diminati pembeli dari luar negeri. Adam mengaku dirinya pernah mendapat pesanan dari beberapa negara seperti Jepang, Australia, dan Norwegia. Terbukti, kan, kualitas produk lokal pun bisa bersaing di pasar internasional?

Untuk memiliki patung-patung unik ini, kamu perlu merogoh kocek lumayan dalam, Millens. Adam membandrol patung-patung ini dengan harga mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 10 juta. Ini tergantung dari bahan baku yang dipakai, ukuran, dan tingkat kerumitannya.

Gimana, tertarik? Supaya nggak penasaran, kamu bisa lihat-lihat dulu di akun Instagram @Kandriethnic. Yuk, cus diborong! (Artika Sari/E03)