Menuju Wayang Orang Putri Extravaganza, Pemkot Semarang Gelar Wayang Jalanan

Menuju Wayang Orang Putri Extravaganza, Pemkot Semarang Gelar Wayang Jalanan
Wayang On The Street yang dilaksanakan di Gedung Oudetrap. (Inibaru.id/ Audrian F)

Dalam rangka persiapan pertunjukan Wayang Orang Putri Extravaganza, Pemkot Semarang menggelar Wayang On The Street di Kota Lama dengan tajuk "Kalimasada Murca". Nggak hanya pagelaran wayang juga, namun ada flashmob dan lomba fotografi.

Inibaru.id - Sebagian besar warga Kota Semarang mungkin mengetahui kalau pagelaran wayang orang berlokasi di Ngesti Pandawa yang berada di Taman Raden Saleh. Namun kali ini wayang orang dipertunjukkan di tengah-tengah Kota Lama. Acara tersebut bertajuk “Wayang On The Street”.

Meski hujan sempat turun, acara yang dilaksanakan pada Jumat (28/2/2020) sore tersebut nggak menyurutkan minat penonton. Selain itu, acara Wayang On The Street dilaksanakan untuk mempersiapkan acara Wayang Orang Putri Extravaganza pada 21 Maret 2020 nanti dan memeriahkan HUT Kota Semarang yang ke-473.

Pertunjukan Wayang On The Street. (Inibaru.id/ Audrian F)
Pertunjukan Wayang On The Street. (Inibaru.id/ Audrian F)

Agung Ciptoningtyas dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Semarang membeberkan kalau pagelaran wayang ini buah kerjasama antara Sahabat Pecinta Wayang Orang (SPWO) dengan Disbudpar.

“Ini untuk menyemarakkan hari jadi Kota Semarang yang ke-477. Nantinya akan ada pagelaran Wayang Orang Putri Extravaganza pada 21 Maret nanti. Acaranya berdurasi 2 jam,” ujarnya.

Dalam penampilan Wayang On The Street tersebut disajikan sebuah cerita yang berjudul “Kalimasada Murca”. Yakni sebuah cerita wayang yang berkisah tentang dicurinya pusaka Pandawa. Pusaka tersebut dicuri oleh seorang wanita yang bernama Mustakaweni.

Acara ini berlangsung dari sore hingga malam. (Inibaru.id/ Audrian F)
Acara ini berlangsung dari sore hingga malam. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Mustakaweni memiliki dendam kepada penengah Pandawa yaitu Raden Arjuna. Soalnya dia sudah membunuh ayahandanya. Namun dendamnya terhadap Pandawa. Nah, senjata kalimasadanya itu dicuri,” jelas Agung.

Uniknya Kalimasada Murca ini diperankan oleh seniman dan beberapa tokoh di Semarang. Ketua TP PKK Kota Semarang yang juga istri Wali Kota Semarang Tia Hendi,dan Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari turut tampil.

Selain acara wayang orang berjudul Kalimasada Murca, acara lain seperti flashmod dan lomba fotografi wayang ikut memeriahkan program ini. Menurut Agung, karya pemenang lomba fotografi akan dipamerkan pada acara Wayang Orang Putri Extravaganza.

Foto bersama para pemain Wayang On The Street. (Inibaru.id/ Audrian F)
Foto bersama para pemain Wayang On The Street. (Inibaru.id/ Audrian F)

Agung juga menambahkan kalau pertunjukan Wayang Orang ini akan berkelanjutan. Bahkan Sahabat Pecinta Wayang Orang (SPWO) sudah mengagendakan untuk menyosialisasikan wayang di sekolah-sekolah.

“Mungkin semacam pertunjukan di sekolah-sekolah dengan pemainnya dari siswa-siswa. Kemudian Pelatihan juga. Seperti di SMP 3 kan sudah punya gamelan itu, nah bisa kami ajarkan juga,” tandasnya.

Wah, semoga seni wayang orang ini semakin lestari ya, Millens. (Audrian F/E05)