Jadi <em>Haters</em> Hanya Buang-buang Waktu, Ini 8 Alasannya!
Banyak orang membuang-buang waktu berharganya dengan menjadi hater. (iStock)

Jadi Haters Hanya Buang-buang Waktu, Ini 8 Alasannya!

Nggak ada hal positif yang akan kamu raih dengan menjadi seorang hater. Selain membuatmu tampak buruk, menjadi hater juga akan menjadikanmu kesepian.

Inibaru.id - Jangan sekali-kali kamu merasa hebat ya sesudah menyerang orang lain baik itu di media sosial maupun nyata. Menjadi seorang hater, sama halnya dengan kamu mencari musuh untuk dirimu sendiri. Selain itu, ada sederet keburukan yang bakal kamu tuai dengan menjadi hater. Apa saja ya?

Kebencian Menyebar

Kamu sadar nggak sih kalau ujaran kebencian yang dilontarkan akan dengan sangat mudah menyebar terutama jika menyinggung hal sensitif? Biasanya hal ini sering terjadi di media sosial.

Nggak Pernah Puas Membenci Orang Lain

Rasa puas yang kamu rasakan setelah melontarkan kalimat yang nggak mengenakkan kepada orang lain hanyalah perasaan semu. Buktinya, kamu bakal melakukannya lagi dan lagi. Akhirnya, memberi respon negatif pada seseorang menjadi obsesimu.

Sulit Bedakan Baik dan Buruk

Saat kamu sudah membenci seseorang, apapun yang dilakukan orang yang kamu benci akan terlihat buruk di matamu. Kamu akan kehilangan rasa peduli, rasa empati, serta simpati kamu terhadap orang yang kamu benci.

Kebaikanmu akan Mulai Hilang

Kebencian yang mendarah daging akan menggeser kebaikan yang tersisa dalam hatimu. Kamu nggak akan memandang orang lain sebagai individu yang harus kamu hormati. Mengerikan ya, Millens?

Rentan Terserang Penyakit

Semua penyakit itu datangnya dari pikiran yang nggak sehat. Jika kamu terus menebar kebencian, maka tinggal menunggu waktu saja sampai tubuhmu terkena penyakit. Sebab kamu terus memelihara pikiran buruk.

Terkena Serangan Haters Lain

Pernah lihat komentar negatif yang dibalas komentar negatif lainnya? Seperti itulah siklus para hater. Mereka bakal saling serang. Apa yang kamu tanam, itulah yang kamu tuai.

Merasa selalu Kesepian

Karena cenderung nggak disukai masyarakat, haters nggak memiliki lingkungan pertemanan yang baik. Orang-orang akan memilih menghindarimu. Akibatnya kamu akan merasa kesepian. Di mana pun kamu berada kamu akan merasa nggak ada yang mengakuimu sebagai teman. Kamu nggak pengin itu terjadi kan Millens?

Hm, sudah tahu kan nggak enaknya jadi hater? Mumpung puasa nih, yuk putus rantai kebencian dalam dirimu. (IB29/E05)