Dari Dua Garis Biru: Menikah Bukan Satu-satunya Solusi untuk Kehamilan di Luar Pernikahan

Nggak bisa dimungkiri, film Dua Garis Biru yang menyoal kasus kehamilan di luar nikah di kalangan remaja memang terjadi di Indonesia. Namun, apakah menikah adalah solusi satu-satunya bagi masalah ini?

Dari <em>Dua Garis Biru</em>: Menikah Bukan Satu-satunya Solusi untuk Kehamilan di Luar Pernikahan
Cuplikan film "Dua Garis Biru". (Starvision Plus)

Inibaru.id – Film Dua Garis Biru langsung meraup 178.010 penonton di hari pertama tayang. Sejak resmi diputar di bioskop Tanah Air pada Kamis (11/7/2019), film yang menyoal kasus kehamilan di luar nikah ini memang cukup menarik perhatian. 

Berkisah tentang Dara (Adhisty Zara) yang hamil di usia muda, dia memutuskan untuk menikahi Bima (Angga Yunanda) pada usia 17 tahun. Menjalani pernikahan dini, keduanya pun harus menghadapi berbagai permasalahan rumah tangga yang cukup berat.

Baca Juga: Fakta Menarik di Balik Film Dua Garis Biru

Jika kamu menilik lebih dalam, film ini punya pesan moral yang cukup kuat, yakni jangan kebablasan, karena konsekuensinya berat. Lebih dari itu, ada satu pertanyaan yang mungkin perlu kita jawab: Haruskah kehamilan di luar nikah berakhir dengan menikah?

Psikolog Anna Surti Ariani, seperti ditulis Kompas (5/9/2013), mengatakan, rasa ingin tahu remaja tentang seks memang cenderung sangat besar. Sayang, kadang hal itu membuat mereka terjebak dalam permasalahan seks di luar pernikahan.

“Apapun alasannya, seks di luar pernikahan tak bisa dibenarkan. Namun, orang tua juga nggak bisa langsung menyalahkan anak,” terang Anna.

Cuplikan dalam Dua Garis Biru. Orang tua adalah sosok yang seharusnya menjadi yang paling paham dengan kondisi anak yang hamil di luar pernikahan. (Starvision Plus)

Nggak hanya orang tua, sebenarnya anak juga mengalami guncangan berat saat hamil di luar nikah.

“Anak membutuhkan keberanian yang sangat besar demi mengakui hal ini. Kalau langsung dimarahi habis-habisan, bisa jadi anak mengalami depresi,” kata dia.

Menikah Bukan Satu-satunya Solusi

Kebanyakan orang tua langsung meminta anak yang hamil di luar nikah untuk menikah, sebagai bentuk "tanggung jawab". Alih-alih atas keinginan sang anak, pernikahan itu acap terjadi lantaran paksaan dari orang tua, yang justru membuat anak kian depresi.

Perilaku seks di luar pernikahan, tutur Anna, menandakan kepribadian anak belum matang dan nggak sabaran. Jika kemudian dihadapkan pada permasalahan rumah tangga yang lebih pelik, bisa jadi kehidupan mereka akan hancur berantakan.

Nah, Anna menyarankan agar orang tua memberikan waktu bagi anak untuk menenangkan dini sebelum melakukan langkah-langkah berikutnya.

Cuplikan dalam Dua Garis Biru. Memberikan ruang menenangkan diri bagi sang anak yang mengalami kehamilan di luar pernikahan mungkin bisa menjadi solusi pertama. (Brilio)

Selain itu, demi mencegah perilaku seks di luar pernikahan, orang harus melakukan pendidikan seks sejak dini sehingga mereka tahu apa risiko dari perilaku tersebut.

Baca Juga: Sebelum Dua Garis Biru, Film-Film Ini Juga Menyoal 'Hamil di Luar Pernikahan'

Yap, sex ed memang penting, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang sebagian orangnya masih menganggap hal tersebut tabu untuk dibicarakan. Jadi, nonton Dua Garis Biru, yes or no? (IB09/E03)