Mengulik Gaya Hidup Baru Para Kaum Nudis di Era Pandemi

Mengulik Gaya Hidup Baru Para Kaum Nudis di Era Pandemi
Meski telanjang, mereka tetap pakai masker! (Wall street journal)

Para kaum nudis kini mengubah kebiasaan mereka akibat pandemi virus Corona. Lalu apa saja sih yang dilakukan mereka untuk menghindari penularan virus Corona?

Inibaru.id – Pandemi virus Corona terbukti berdampak ke berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya adalah kaum nudis di Amerika Serikat (AS). Lalu bagaimana mereka menjalani hari-hari di tengah pandemi?

Seperti masyarakat pada umumnya, kaum nudis juga wajib memakai masker meski dalam keadaan telanjang. Ya, mereka diberikan ruang hidup oleh pemerintah AS. Bahkan ada resort mewah yang disediakan untuk kaum nudis, tepatnya Lake Como Family Nudist Resort di Kota Lutz, Negara Bagian Florida.

Resort ini memang sempat tutup selama pandemi, namun perlahan mulai dibuka seiring pelonggaran larangan untuk bepergian. Layaknya industri pariwisata lain, banyak kaum nudis yang turut membatalkan rencana liburan mereka.

Acara untuk kaum nudis pun turut batal, di antaranya adalah event tahunan lari telanjang Dare to Bare 5K. Kini, hampir semua nudis di AS memilih untuk tetap tinggal di rumah.

“Tidak ada yang tahu berapa uang yang hilang tahun ini karena kebijakan karantina dan tetap di rumah saja,” ungkap Eric Schuttauf, Direktur Eksekutif American Association of Nude Recreation.

Salah satu kaum nudis, Roe Ostheim menceritakan setiap harinya dirinya menghabiskan waktu dengan bermain tenis, golf, dan mengendarai sepeda. Perempuan 72 tahun ini tentu melakukannya dengan telanjang bulat. Namun bedanya, di era pandemi dirinya diwajibkan untuk mengenakan masker!

“Saya merasa lebih aman di rumah daripada di tempat lainnya,” jelasnya.

Mereka menunda perjalanan wisata. (mental Floss)
Mereka menunda perjalanan wisata. (mental Floss)

Begitu juga Carolyn Hawkes. Kaum nudis satu ini memang tetap melakukan kegiatan seperti biasa, namun dirinya mengaku aneh dengan situasi saat ini. Nggak seperti biasanya, kini dirinya nggak mengizinkan siapapun masuk ke rumahnya.

“Saya tidak mengizinkan siapapun masuk ke rumah saya,” ujar perempuan 77 tahun ini.

Para ahli berpendapat bahwa gaya hidup dengan bertelanjang ala kaum nudis nggak lebih berbahaya ketimbang orang yang berbaju lengkap ketika berhadapan dengan virus Corona.

“Saya tidak melihat mengenakan pakaian sebagai faktor yang menimbulkan resiko. Itu tergantung dengan apa yang kamu lakukan dan bagaimana kamu menjaga jarak,” kata Cindy prins, Epidemiologist dari University of Florida.

Lebih baik tetap berada di rumah. (Youtube)
Lebih baik tetap berada di rumah. (Youtube)

Sementara itu, Marisa Levine, direktur praktik kesehatan masyarakat University of South Florida mengatakan bahwa kaum nudis lebih baik untuk tetap di rumah. Dia juga menyarankan agar kaum nudis mengubah kebiasaan berpelukan dan cipika-cipiki mereka.

“Sungguh indah bila kita menyapa satu sama lain dengan pelukan dan ciuman. Tapi saat sekarang, kami menyarankan variasi baru. Lebih baik salam pakai sikut atau yang lain,” kata Levine.

Tuh kan, kaum nudis saja mau mengubah kebiasaan hidup demi menghindari penularan virus Corona. Kamu juga ya, Millens! (Det/IB27/E05)