Menghadapi Pengidap Eksibisionisme? Begini Caranya!

Menghadapi Pengidap Eksibisionisme? Begini Caranya!
Pengidap eksibisionis. (Hellosehat.com)

Akhir-akhir ini, pelaku eksibisionis di media sosial semakin berani menunjukkan perilaku abnormalnya. Gimana sih caranya menghadapi mereka yang mengidap gangguan ini?

Inibaru.id - Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan dengan video seorang perempuan bernama Siska yang menunjukkan payudaranya di depan sopir ojek daring. Selain Siska, seorang guru di sebuah SMP di Karawang, Jawa Barat pun tengah menjadi perbincangan. Guru tersebut menunjukkan alat vitalnya di depan siswanya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jawa Barat memperkirakan ada 50 siswa yang telah menjadi korbannya.

Perilaku eksibisionisme atau mendapatkan kepuasan seksual dengan menunjukkan kelamin belakangan ini kembali marak terjadi. Perilaku ini kerap dilekatkan pada laki-laki, padahal perempuan pun bisa menjadi pelakunya. Tarian erotis yang dipertunjukkan di tempat-tempat hiburan malam ternyata termasuk bentuk eksibionisme komersil, lo.

Alih-alih merasa malu, eksibisionis seolah merasa punya kuasa dengan menunjukkan alat vitalnya. Pelaku semakin senang jika si korban ketakutan. Kalau kamu menjumpai eksibionis, maka jangan langsung panik. Hadapilah dengan tenang sehingga pelaku merasa gagal mengintimidasi kamu. Itu juga bakal bikin dia nggak nyaman, lo.

Apakah perilaku menyimpang ini bisa disembuhkan? Tentu saja bisa. Namun, ada beberapa tahap pemeriksaan yang perlu dilalui si pengidap, Millens. Sebelum menjalani terapi perilaku, pengidap perlu menjalani psikoanalitik lebih dulu. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui dasar dari alasan pengidap melakukannya. Selain menjalani terapi perilaku, dia juga akan diberi obat-obatan yang mengubah hormonnya.

Kalau di lingkunganmu ada orang yang mengidap perilaku ini, sarankan dia untuk berkonsultasi dengan ahli medis ya, Millens. Dengan membuat si pelaku menyadari gangguan yang dialaminya, itu bisa memicunya untuk "menyelamatkan diri". Yang terpenting, mulai sekarang jangan takut ya saat bertemu pengidap eksisbionis! (IB15/E05)