Mengenal Anjing Belgian Malionis yang Tewaskan Asisten Rumah Tangga Bimo Aryo

Anjing berjenis Belgian Malinois diketahui menewaskan satu asisten rumah tangga dan anak majikannya di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur. Jenis anjing ini memang diketahui sering dipekerjakan sebagai anjing pelacak.

Mengenal Anjing Belgian Malionis yang Tewaskan Asisten Rumah Tangga Bimo Aryo
Anjing Belgian Malinois. (Dictio)

Inibaru.id – Anjing berjenis Belgian Malinois diketahui menyerang seorang asisten rumah tangga pembawa acara Bimo Aryo di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur. Nggak hanya menewaskan korban, anjing ini juga sempat melukai anak majikan yang berusaha menolong korban.

Laman Detik, Selasa (3/9/2019) menulis, Belgian Malinois adalah sejenis anjing yang memiliki ukuran sedang hingga besar. Bentuk tubuh anjing ini proporsional dan termasuk dalam keluarga anjing gembala. Anjing ini cenderung memiliki warna kecokelatan atau kemerahan dengan warna moncong berwarna hitam.

Anjing Belgian Malinois jantan dewasa berukuran 61 hingga 66 cm dengan berat mencapai 25 hingga 30 kg. Sementara itu, anjing betinanya memiliki ukuruan 56 hingga 61 cm dengan berat badan sekitar 20-25 kg.

Anjing ini tergolong sangat lincah, aktif, dan energik. Hal ini membuatnya cocok untuk dijadikan anjing penggembala, anjing penjaga, anjing pelacak, atau bahkan anjing penyelamat. Polri bahkan menyebut anjing berjenis Belgian Malinois dan Belgian Sheperd sering dijadikan anjing pelacak atau anjing K-9.

Doni Herdaru dari Animal Defenders Indonesia menyebut anjing Belgian Malinois cenderung memiliki kecepatan lari yang baik, khususnya saat mengejar target.

“Belgian Milinois cukup populer untuk dijadikan anjing pelacak atau K-9 karena daya serbu, daya rusak, serta inteligensinya yang tinggi. Anjing ini bahkan dianggap lebih cakap dibandingkan anjing berjenis Pitbull, Labrador, German Sheperd, dan Golden Retriever,” ungkap Doni.

Asalkan dirawat dan dilatih dengan baik, Belgian Malinois bisa tumbuh menjadi anjing yang cerdas, sigap, dan protektif. Sayang, jika tidak diberi simulasi, olahraga, atau latihan yang cukup, anjing ini berpotensi merusak atau membahayakan.

“Sifat anjing dipengaruhi cara mendidik kita, termasuk anjing Belgian Malinois. Kalau dididiknya baik, dia bisa menjadi anjing yang baik dan memberikan perlindungan,” lanjutnya.

Memutuskan untuk punya anjing peliharaan berarti harus siap bertanggung jawab dalam mendidiknya. Selain itu, pemilik juga mesti rajim memberi simulasi agar si anjing dapat dikendalikan. Jangan sampai salah didik ya, Millens. (IB09/E04)