Pita Merah dan Sejarah Panjang di Belakangnya

Pita Merah dan Sejarah Panjang di Belakangnya
Red Ribbon. (Tvo)

Setiap peringatan Hari AIDS Sedunia, pita merah pasti bertebaran di mana-mana. Pita mereah memang identik dengan hal itu. Apa sih maknanya?

Inibaru.id – Setiap 1 Desember, seluruh warga dunia memperingati Hari AIDS. Mereka memperingati bukan untuk mendukung melainkan melawan penyakit tersebut bersama-sama. Untuk menunjukkan hal itu, mereka biasanya beramai-ramai mengenakan pita merah yang identik dengan HIV/AIDS.

Pita merah (Red Ribbon) adalah simbol yang dipilih untuk dijadikan lambang internasional sebagai kepedulian masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS yang hingga saat ini belum bisa disembuhkan.

Simbol pita merah ini kali pertama dicetuskan kelompok dermawan kecil yang bernama Visual AIDS yang berpusat di New York pada April 1991, empat tahun selepas Hari AIDS resmi dicetuskan James W. Bunn dan Thomas Netter. Kelompok ini kemudian bekerja sama dengan Broadway Cares and Equity Fight AIDS untuk meresmikan simbol tersebut ke hadapan publik pada Juni 1991. Peresemian itu dilakukan sekaligus memperingati 45 tahun Tony Award, sebuah penghargaan teater di Amerika Serikat.

Simbol pita merah ini rupanya terinspirasi dengan pita merah yang dipakai untuk memperingati kematian Freddie Mercury, vokalis band Queen yang meninggal karena AIDS yang dideritanya. Di konser penghormatan tersebut, sekitar 100 ribu pita merah dibagikan ke penonton.

Dilansir Beritasatu.com, Sabtu (1/12/2012), Pita merah dimaksudkan menjadi lambang pengharapan agar pencarian vaksin dan obat untuk menghentikan penderitaan AIDS berhasil. Pita ini juga dimaknai sebagai dukungan secara simbolis, yakni mendukung penderita, mendidik mereka yang nggak terinfeksi, memaksimalkan upaya dalam menemukan obat, dan mendukung mereka yang kehilangan orang terdekat karena AIDS.

Pita merah juga dipilih karena warna merahnya melambangkan darah yang menjadi tempat berkembangnya virus HIV. Selain itu, warna merah disebut sebagai simbol semangat atau gairah untuk terus melawan penyakit ini, terutama bagi mereka yang terinfeksi. Ketika dilihat lebih seksama, format pita merah berbentuk seperti terbalik atau bentuk v dari victory yang dimaknai sebagai unvictory. Ini menjelaskan belum ada "kemenangan" untuk melawan penyakit HIV/AIDS sampai sekarang.

Hingga saat ini, pita merah selalu digunakan banyak organisasi AIDS sebagai kekuatan universal dalam memerangi virus HIV/AIDS dan upaya-upaya lain untuk membantu program-program lain mengenai AIDS.

Dengan adanya simbol untuk melawan penyakit mematikan ini, diharapkan seluruh masyarakat dapat bersatu untuk melawan dengan cara mencegah dan memberikan dukungan kepada penderita. Ingat ya Millens, jauhi penyakitnya, bukan orangnya. (IB07/E04)