Mengapa Perempuan Lebih Mudah Cemas Daripada Laki-Laki? Ini Alasannya

Mengapa Perempuan Lebih Mudah Cemas Daripada Laki-Laki? Ini Alasannya
Perempuan rentan mengalami kecemasan daripada pria. (Flickr/ Maheen Fatima)

Menurut data yang dikeluarkan oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO, perempuan cenderung lebih mudah cemas dan masalah kesehatan lainnya daripada pria. Apa alasannya, ya?

Inibaru.id – Masyarakat Indonesia bersama dengan praktisi kesehatan kini semakin menyadari pentingnya kesehatan mental. Hal ini disebabkan oleh pengaruh kesehatan mental bagi kesehatan fisik secara keseluruhan. Masalahnya adalah, kaum hawa sepertinya lebih rentan mengalami gangguan mental seperti kecemasan daripada pria. Apa ya penyebab dari hal ini?

Helena Abidin, Leadership Wisdom Specialist dan Certificed Meditation Instructor The Golden Space Indonesia mengatakan bila umumnya perempuan memikul lebih banyak tanggung jawab mulai dari mencari nafkah hingga urusan domestik. Hal ini tanpa disadari membuat mereka lebih rentan terkena masalah kecemasan berlebih.

Di tengah pandemi corona yang masih sulit dikendalikan ini, nggak hanya kesehatan fisik yang terganggu, melainkan juga kesehatan mental. Banyak perempuan yang mengaku alami kecemasan berlebihan karena takut tertular. Padahal, mereka juga stres dan bosan karena selama ini nggak bisa keluar rumah.

“Wanita dikatakan lebih hebat dari pria karena multitasking. Mulai berkarir hingga mengurus rumah tangga,” ujar Helena.

Padahal menurut Helena, hal tersebut nggak patut untuk dibanggakan. Sebab, melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu sebenarnya sangat nggak efektif. Hal ini disebabkan oleh sulitnya berganti fokus dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Pergantian fokus ini bahkan bisa saja membutuhkan waktu hingga 23 menit.

“(Angka) itu sudah ada risetnya,” tambah Helena.

Ada beberapa alasan yang membuat perempuan cenderung rentan mengalami kecemasan. (Flickr/nenadstojkovic)
Ada beberapa alasan yang membuat perempuan cenderung rentan mengalami kecemasan. (Flickr/nenadstojkovic)

“Manusia bisa memiliki 41 pikiran dalam 1 menit. Jadi kita harus berlatih memperlambat semuanya supaya bisa mendapatkan ketenangan itu dan fokus satu persatu. Hasilnya, pekerjaan lebih cepat selesai daripada kita harus mengerjakan semuanya dan berpikir melompat-lompat,” tutur Helena.

Jadi, kamu disarankan untuk menyelesaikan satu pekerjaan terlebih dahulu, baru bisa berpindah ke pekerjaan lain agar hasil pekerjaan pun dapat maksimal.

Cara melatih agar tetap fokus pun bisa mulai dilakukan dengan menerapkan mindfulness atau kesadaran diri. Mindfulness membuat kita sadar atas apa yang sedang kita jalani saat ini dan fokus akan satu hal.

“Kesadaran diri akan membuat kita berusaha menyadari pikiran dan emosi yang ada di otak kita. Perlahan kita menyadari apa saja yang sedang dipikirkan dan merasakannya secara emosi melalui pernapasan. Kita belatih fokus,” kata Helena.

Mindfulness bisa dilakukan dengan cara meditasi dan harus dilakukan secara teratur agar tubuh dan pikiran dapat terbiasa. Cara ini juga bisa mengatasi kecemasan berlebih yang dilanda baik wanita maupun pria.

Sebelum melakukan mindfulness, penting untuk menyadari bahwa diri kamu adalah orang yang wajib dan pantas untuk bahagia. Hilangkan perasaan bersalah dan berkorban demi kebahagiaan orang lain agar beban dalam tubuh pun terasa lebih ringan.

Nah, penting untuk memahami apa itu self-love agar nggak mudah terkena masalah kesehatan mental. Kalau kamu, sudah mencintai diri sendiri belum, Millens? (Fim/MG31/E07)