Mengapa Kota Makassar Dulu Disebut dengan Ujung Pandang?

Mengapa Kota Makassar Dulu Disebut dengan Ujung Pandang?
Pantai Losari di Makassar, kota yang dulu disebut dengan nama Ujung Pandang. (Flickr/ Fabio Achilli)

Di masa Orde Baru, Kota Makassar lebih dikenal dengan nama Ujung Pandang. Apa ya penyebab nama kota ini bisa berganti-ganti?

Inibaru.id – Mengingat wilayah Indonesia sangatlah luas, setiap daerah tentu memiliki sejarahnya masing-masing yang unik. Salah satu wilayah dengan sejarah yang kaya adalah Kota Makassar, Ibu Kota dari Sulawesi Selatan. Kamu pasti pernah tahu kalau Makassar juga sempat disebut dengan nama Ujung Pandang, bukan? Apa alasannya, ya?

Kalau kita membahas soal nama mana yang lebih tua, Makassar adalah pemenangnya. Di kitab Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca pada Abad ke-14, tersebut nama Makassar sebagai salah satu wilayah yang ditaklukkan oleh Majapahit. Tapi kalau menilik jauh ke belakang, nama Makassar sudah dikenal sejak abad ke-9, tepatnya saat daerah tersebut mulai dikembangkan oleh Raja Gowa bernama Tumaparisi Kallonna.

Posisi Makassar yang sangat strategis membuatnya menjadi pusat perdagangan. Pada abad ke-16, Makassar adalah kota yang sangat penting di Nusantara bagian timur. Namanya bahkan masyur di seantero Asia Tenggara.

Saking pentingnya Makassar, Belanda bahkan sampai melakukan peperangan demi menguasainya. Kerajaan Gowa yang saat itu kalah perang akhirnya menandatangani Perjanjian Bongaya. Belanda pun mampu menguasai perdagangan rempah-rempah di Nusantara timur.

Kota Makassar dari ketinggian. (Flickr/

Fabio Achilli)
Kota Makassar dari ketinggian. (Flickr/ Fabio Achilli)

Nah, ternyata nama Makassar sempat diganti menjadi Ujung Pandang di masa pemerintahan Orde Baru, tepatnya pada 31 Agustus 1971. Meski begitu, sebutan Ujung Pandang sudah dikenal sejak tahun 1950-an.

Saat itu, pemerintah menganggap Makassar terlalu identik dengan satu suku saja di kota tersebut. Padahal, Makassar telah menjadi kota dengan wilayah multi-budaya. Nama Ujung Pandang dipilih karena berasal dari salah satu kampung di kota tersebut. Nama ini berasal dari sebuah benteng yang juga bernama Ujung Pandang yang didirikan di masa Raja Gowa bernama Tunipalangga pada 1545.

Meski begitu, di masa reformasi, masyarakat Ujung Pandang ingin kembali memakai nama Makassar yang dianggap lebih mewakili sejarah dan budaya kota tersebut. Pada 13 Oktober 1998, tepatnya saat pemerintah RI diperintah oleh Presiden BJ Habibie yang asli Sulawesi Selatan, nama Makassar kembali dipakai. Pergantian nama ini didukung oleh masyarakat serta DPRD setempat.

Sudah pernah main ke Makassar belum nih, Millens? (Ind/IB09/E05)