Menganggur Karena Corona, Pria Klaten Ini Nekat Jual Ginjal

Menganggur Karena Corona, Pria Klaten Ini Nekat Jual Ginjal
Larry menjual ginjalnya demi memenuhi kebutuhan keluarganya setelah kehilangan pekerjaan karena corona. (news.detik.com)

Setelah dirumahkan sebagai dampak dari pandemi corona, Larry nggak lagi memiliki pendapatan. Dia pun nekat ingin menjual ginjalnya demi menafkahi anak istri. Dia juga berharap bisa bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo demi meminta solusi.

Inibaru.id – Kehilangan pekerjaan sebagai imbas pandemi corona membuat beberapa orang melakukan hal nekat. Hal ini juga dilakukan oleh Larry, pria asal Klaten, Jawa Tengah. Dia berniat menjual ginjanya demi memenuhi kebutuhan hidup setelah terkena PHK.

Frans Larry Oktavianus merupakan warga Dusun Karangasem, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Pada Sabtu (2/5/2020) lalu, pria ini terlihat berjalan kaki di Jalan Yogya-Solo, tepatnya di Dusun Karangwuni Kulon, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten. Larry membawa poster yang dikalungkan di lehernya. Poster tersebut berisi niat Larry menjual ginjalnya demi memenuhi kebutuhan keluarga.

"Berkah Dalem, maaf saya Frans Larry O ingin jual ginjal untuk nafkahi keluarga saya, melunasi hutang, pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, makan agar keluarga saya tak diremehkan. Maaf saya bukan mengemis," tulis Larry dalam poster tersebut.

Ternyata, niat Larry untuk menjual ginjalnya karena dia telah dirumahkan dari tempatnya bekerja.

"Kemarin saya udah dirumahkan karena pekerjaan sepi setelah corona. Padahal ada utang yang harus saya bayar, untuk makan dan kebutuhan," kata Larry.

Hanya berbekal sandal jepit, tas ransel dan masker, Larry melakukan perjalanan ke arah utara. Dia mengaku ingin bertemu Ganjar Pranowo. Hanya, Larry sebenarnya nggak yakin bisa menemui Ganjar mengingat betapa banyaknya tugas yang harus dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah tersebut.

berbekal sendal jepit, tas ransel dan masker, pria ini melakukan perjalanan ke Semarang. (news.detik.com)
berbekal sendal jepit, tas ransel dan masker, pria ini melakukan perjalanan ke Semarang. (news.detik.com)

Meski begitu, Larry tetap membulatkan tekad untuk berjalan kaki ke Semarang demi mendapatkan solusi atas permasalahan yang tengah dihadapinya.

Sebelumnya, Larry bekerja di tempat cuci dan salon mobil yang beralamatkan di Jalan Kaliurang, Yogyakarta. Karena sepi pelanggan, Larry dirumahkan dengan pesangon Rp 300 ribu. Jumlah pesangon ini sangatlah kecil untuk mencukupi kebutuhan empat orang anak. Apalagi istrinya kini juga sudah nggak lagi bekerja.

"Uang sebesar itu sudah habis. Padahal anak istri kan harus makan," sambungnya.

Larry mengaku nggak tahu berapa harga ginjal di pasaran. Dia hanya berharap bisa bertemu dengan orang yang sedang membutuhkannya. Karena alasan inilah dia memutuskan untuk berjalan kaki. Cara ini bisa membuat lebih banyak orang melihat tawarannya.

“Harganya berapa saya tidak tahu sebab hanya itu yang berharga dan masih tersisa dari diri saya," ungkap Larry sambil berlinang air mata.

Sebenarnya, istrinya melarang Larry untuk menjual ginjal. Tapi, apa daya, kebutuhan yang mendesak membuatnya nekat melakukan hal ini. Selain itu, Larry menganggap tawaran untuk menjual ginjalnya bukan perbuatan yang melawan hukum.

Larry juga mengaku nggak termasuk dalam daftar penerima bantuan pemerintah bagi masyarakat yang terdampak virus corona. Sayangnya, masalah ini sepertinya belum diatasi oleh pemerintah setempat.

Semoga saja Larry bisa mendapatkan solusi untuk masalah yang dialaminya sehingga nggak harus menjual ginjalnya, ya Millens? (Kee/MG29/E07)