Menengok Lima Srikandi dalam Kabinet Indonesia Maju

Menengok Lima Srikandi dalam Kabinet Indonesia Maju
Kabinet Indonesia Maju. (Antara/Wahyu Putro A)

Kabinet Indonesia Maju resmi dilantik. Sebanyak lima perempuan mengisi jabatan menteri dalam kabinet tersebut. Siapa saja?

Inibaru.id – Presiden Joko Widodo resmi melantik menteri dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Pelantikan menteri ini dilaksanakan di Istana Merdeka pada Rabu (23/10/2019).

Seperti sebelumnya, kursi menteri tetap didominasi laki-laki. Kali ini jumlah menteri laki-laki hampir enam kali lipat dari jumlah menteri perempuan. Dengan kata lain, 85 persen menteri dalam Kabinet Indonesia Maju adalah laki-laki dan 15 persennya adalah perempuan.

Dari 34 menteri yang dilantik, hanya ada lima menteri perempuan dalam Kabinet Indonesia Maju. Lima menteri perempun tersebut yakni Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Ida Fauziyah (Menteri Tenaga Kerja), Siti Nurbaya Bakar (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), dan I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).

Dari lima menteri perempuan tersebut, tiga di antaranya wajah lama dari formasi menteri dalam Kabinet Kerja. Mereka adalah Retno Marsudi, Sri Mulyani, dan Siti Nurbaya. Dalam kabinet baru ini, ketiganya menempati posisi yang sama seperti sebelumnya. Sementara dua nama baru yakni Ida Fauziyah dan I Gusti Ayu Bintang Darmawati. 

Ida Fauziyah sempat mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah pada Pilgub Jateng 2018. Dia berpasangan dengan mantan Menteri ESDM Sudirman Said. Namun, pasangan Sudirman-Ida kalah suara dibanding dengan Ganjar-Yasin.

Sementara itu, I Gusti Ayu Bintang Darmawati diketahui aktif di Dewan Kerajinan Nasional (Dekarnas). Dia menjabat sebagai Kepala Bidang Manajemen Usaha. Pada Mei 2019, dia juga terpilih menjadi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Denpasar setelah melalui proses lelang jabatan.

Melansir dari Detik, Rabu (23/10), jumlah menteri perempuan dalam Kabinet Indonesia lebih sedikit bila dibandingkan dengan Kabinet Kerja. Dalam Kabinet Kerja, jumlah menteri perempuan ada delapan orang. Diketahui, Kabinet Kerja merupakan kabinet dengan jumlah perempuan terbanyak setelah Reformasi.

Pada masa pemerintahan BJ Habibie (1998-1999) hanya ada dua orang menteri perempuan, Abdurrahman Wahid (1999-2001) dua perempuan, Megawati Soekarnoputrri (2001-2004) dua orang, serta Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009) empat orang dan lima orang dalam periode berikutnya (2009-2014).

Meski jumlah menteri perempuan dalam Kabinet Indonesa Maju berkurang, semoga kelima srikandi ini dapat membantu Indonesia menjadi lebih maju ya, Millens. (IB18/E04)