Menengok Bisnis Barang-Barang Kuno yang Harganya Bikin Melongo

Peminat barang-barang vintage semakin bertambah. Hal ini juga menambah keuntungan para penjual barang vintage.

Menengok Bisnis Barang-Barang Kuno yang Harganya Bikin Melongo
Pasar barang vintage. (Inibaru.id/Anggita Putri Setra)

Inibaru.id – Bagi Bahana Patria Gupta, barang vintage dapat memperlambat waktu. Kolektor barang vintage itu membutuhkan sesuatu untuk mendokumentasikan masa lalu. Nah, alasan tersebutlah yang kemudian membuatnya menjatuhkan pilihan ke barang-barang vintage. Dia rela menggelontorkan uang hingga Rp 2 juta tiap bulan untuk menyalurkan hobinya itu.

Bahana hanyalah satu dari banyak orang yang menggandrungi barang vintage. Banyaknya orang yang tertarik mengoleksi barang-barang vintage belakangan ini juga membuat bisnis jual beli barang vintage tampak menjanjikan. Peluang itulah yang dibaca baik oleh Nur Rohim, salah seorang kolektor sekaligus pedagang barang vintage di Kawasan Kota Lama, Semarang.

“Dulu teman-teman saya banyak yang cari barang kuno, terus saya berpikir kenapa saya nggak jual barang-barang kuno saja. Ya sudah, saya mulai di situ,” ungkapnya.

Menggeluti bisnis barang kuno sejak 10 tahun yang lalu, Nur memulai usaha dengan menyewa kios d salah satu pasar di Semarang, sebelum akhirnya memutuskan untuk berjualan di kawasan Kota Lama.

Menggantungkan hidup dari jual beli barang antik juga dilakoni Aditya Pratama. Pemuda 20 tahun ini mengaku menekuni bisnis ini sejak empat tahun silam.

“Kali pertama saya tertarik jualan barang-barang vintage itu saat kelas IX SMP. Dulu, saya nggak suka, tapi lambat laun seperti ada naluri untuk tertarik dengan barang-barang kuno, lalu berjualan hingga kini," tutur Adit.

Baginya, bisnis penjualan barang-barang kuno terlihat menggiurkan. Selama empat tahun berjualan, Adit pernah mendapat untung besar dari bisnisnya itu. Hal ini nggak lepas dari nilai sejarah yang ada pada barang dagangannya.

“Motor itu (menunjuk motor sport miliknya) dari hasil jualan satu lembar uang gulden senilai 200 gulden,” tukas Adit yang mengaku bisa menjual barang-barang kuno mulai kisaran ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah ini. Wah!

Masalah harga, Adit mengaku dirinya nggak memiliki patokan khusus. Namun, ada beberapa faktor yang dipakai untuk menentukan harga suatu barang. Faktor itu di antaranya jeis barang, ukuran, tahun produksi barang, kondisi barang, dan yang terpenting adalah orisinalitas barang.

"Semakin tua umur barang, bakal semakin mahal harganya. Tentu harga itu juga berkaitan dengan kondisi barang yang ada dan kesepakatan antara penjual dan pembeli," terangnya.

Sementara, untuk mendapatkan barang-barang kuno bernilai, Adit menuturkan, dirinya harus mencari ke pelosok desa atau tempat-tempat tertentu untuk mendapatkannya.

“Barang itu ada yang dari hunting, ada juga yang dari teman,” jelas laki-laki yang juga gemar mengoleksi motor kuno tersebut.

Menurut Adit, mencari barang-barang kuno itu susah-susah gampang. Nggak semua orang yang memiliki barang-barang kuno rela menjual barang itu. Sebagian dari mereka nggak mau menjual karena barang itu memiliki nilai sejarah dalam keluarganya.

Hmm, menarik juga ya bisnis penjualan barang-barang kuno. Untungnya lumayan besar tapi usaha untuk mendapat barang dagangan juga lumayan sulit ya, Millens. Nah, kalau kamu tertarik, nggak ada salahnya untuk dicoba, lo!. (IF/GIL)