Menelusuri Sepinya Bandara Kertajati yang Bakal Jadi Bengkel Pesawat

Menelusuri Sepinya Bandara Kertajati yang Bakal Jadi Bengkel Pesawat
Bandara Kertajati yang sepi bakal jadi bengkel pesawat. (Twitter/angkasapura_2)

Dibangun dengan dana fantastis yaitu 2,6 triliun, bandara Kertajati nggak berfunsi sesuai harapan. Terkendala akses yang belum memadai, bandara tersebut dibangun seolah tanpa perencanaan matang. Untuk menyiasati sepinya bandara, Menhub Budi Karya Sumadi menyebut Kertajati bakal jadi bengkel pesawat.

Inibaru.id – Banda Internasional Jawa Barat atau yang lebih dikenal sebagai Bandara Kertajati di Majalengka kabarnya bakal jadi bengkel pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Hal ini disebabkan oleh kondisi bandara yang sepi. Padahal, bandara ini dibangun dengan biaya yang cukup fantastis, yakni Rp 2,6 triliun.

Rencana untuk menjadikan bandara ini sebagai bengkel diungkap oleh Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi pada Senin (29/3/2021), tepatnya saat melakukan rapat kerja yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Ide ini agar Bandara Kertajati juga memiliki bisnis non penumpang.

Sebelumnya, Budi Karya sudah melakukan diskusi dengan TNI AU serta PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk demi memastikan perawatan pesawat di Bandara Kertajati bisa benar-benar dilakukan. Hal ini sesuai dengan keinginan Jokowi yang nggak ingin hanya pesawat TNI saja yang dirawat di sana, melainkan juga pesawat dari instansi lain layaknya Basarnas, Kepolisian, hinga Kemenhub.

Meski pihak Bandara Kertajati sudah menyanggupi lahan sebesar 67 hektare sebagai lokasi MRO, bukan berarti mereka nggak lagi melayani penumpang pesawat. Pesawat komersil pun tetap bisa mendarat dan tinggal landas di sini.

Bandara Kertajati sepi. (Twitter/angkasapura_2)
Bandara Kertajati sepi. (Twitter/angkasapura_2)

Beda dengan bandara-bandara lain di Indonesia, Bandara Kertajati memang cenderung sepi. Kamu nggak bakal sering mendengar deru mesin pesawat di sini. Area parkirnya terlihat lengang dan hanya sedikit kendaraan yang lewat di kawasan. Bahkan, jika kita memasuki area lantai 1, terlihat kursi-kursi penumpang yang kosong tanpa ada orang yang menduduki.

Saking sepinya, tenant-tenant yang biasanya membuat bandara jadi lebih meriah pun ikut-ikutan tutup di sana. Terlihat hanya tinggal 1 tenant yang dikunjungi oleh sejumlah pegawai Bandara Kertajati.

Perencanaan Kurang Matang (?)

Menurut pengamat transportasi Djoko Setijowarno, alasan utama bandara Kertajati sepi adalah akses yang sulit dijangkau. Akses menuju bandara saat ini dapat dilakukan melalui jalan raya dengan kondisi rawan macet dan terlalu jauh. Nggak heran masyarakat enggan ke bandara ini.

"Kertajati itu intinya aksesbilitas," kata Djoko, Kamis (1/4/2021). Djoko berpendapat, Bandara Kerjati berpotensi ramai jika sejumlah tol sudah selesai dan terhubung, termasuk melalui Tol Cipali. Bandara juga diprediksi ramai karena akan memiliki layanan kereta bandara. Namun, karena belum selesai bandara masih sepi. 

Sepinya Bandara Kertajati ternyata hanya salah satu contoh dari bangunan-bangunan lain yang dibangun pemerintah namun kurang berfungsi. Berikut adalah daftar-daftarnya.

·         Pelabuhan Dompak di Tanjungpinang, Provinsi kepulauan Riau terlihat mangkrak dan nggak terurus. Padahal, pelabuhan ini dibangun dengan dana Rp 121 miliar.

·         Pasar Eks Mentaya Teater di Sampit Kalimantan Tengah mangkrak meski dibangun dengan dana Rp 25,9 miliar.

·         Proyek Wisma Atlet Hambalang yang nggak jadi karena dikorupsi. Padahal dana yang digelontorkan untuk proyek ini mencapai Rp 706 miliar.

Wah, meski Bandara Kertajati sepi, semoga saja adanya bengkel pesawat di sana jadi membuatnya terlihat lebih ‘hidup’, ya Millens. (Det,Kom/IB09/E05)