Mendukung Mereka yang Jatuh Karena Narkoba

Mendukung Mereka yang Jatuh Karena Narkoba
Dukungan keluarga sangat berarti untuk kesembuhan pecandu narkoba (Health.com)

Di tengah beratnya perjuangan untuk menata hidup kembali, dukungan dari berbagai pihak terutama keluarga amat dibutuhkan bagi para pecandu agar lepas dari narkoba.

Inibaru.id – Peringatan Hari Anti-Narkoba Internasional pada Kamis (12/7/2018) kemarin menyimpan banyak cerita, nggak terkecuali di Yayasan Rumah Damai. Sebagai salah satu pusat rehabilitasi narkoba di Semarang, Jawa Tengah, yayasan yang berdiri pada 28 Juli 1999 itu memang punya kisah yang panjang bersama para peserta rehabilitasi.

Dengan pendekatan berbasis spiritual, Muljadi Irawan selaku sang pendiri telah mengajak ratusan pecandu narkoba untuk bangkit kembali menata hidup mereka, bangkit dari keterpurukan.

Menurut Muljadi, ada beberapa faktor yang membuat remaja terjerat narkoba, salah satunya orang tua nggak menghargai proses anak, termasuk dalam mendewasakan diri dengan belajar bertanggung jawab.

"Anak-anak tersebut kemudian menempuh cara instan dengan mengonsumsi narkoba," ujar lelaki 59 tahun tersebut dalam acara Sharing Happiness for Rumah Damai yang digelar Noorman Hotel Semarang di Rumah Damai, Jumat (13/7).

Sementara, psikolog dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Dewi Setyorini pada kesempatan yang sama mengungkapkan, nggak gampang bagi pecandu untuk melewati perjuangannya sendiri. Menurutnya, kecanduan berdampak serius terhadap diri sendiri dan lingkungan.

"Ini membuat mereka nggak nggak produktif dan sulit menjalankan perannya sebagai manusia," terang dia.

Untuk menyembuhkan mereka, lanjut Dewi, kita bisa mengajak mereka mendiskusikan arti dan tujuan hidupnya. Perempuan berambut sebahu itu menambahkan, kita juga bisa memberi mereka rutinitas yang positif hingga memberi kesempatan untuk melakukan hobi supaya mereka bisa mengembangkan potensi.

Jalani Rehabilitasi

Dalam menjalani rehabilitasi di Rumah Damai, sekurangnya ada tiga tahap yang harus dijalani, yakni penyembuhan, pemulihan, dan sosialisasi. Menurut Muljadi, tiga bulan pertama tahap penyembuhan adalah masa yang kritis. Fasilitas mereka diambil agar bisa fokus pada pemulihan rohani dan kembali memiliki pola hidup yang teratur.

"Setelah berhasil melewati tahap penyembuhan, peserta melewati enam bulan pemulihan. Pada tahap ini, mereka diajarkan nilai-nilai kehidupan hingga menggali potensi diri," terangnya.

Terakhir dan yang menjadi permasalahn besar adalah setelah berhasil lepas dari kecanduan, misalnya lantaran sulitnya mencari pekerjaan. Masa lalu yang kelam kerap menjadi alasan perusahaan menolak mereka. Di sinilah Muljadi berinisiatif membekali mantan pecandu Rumah Damai dengan kemampuan berwirausaha.

“Yang terpenting dari semua usaha tadi adalah dukungan orang-orang terdekat, terutama keluarga. Kehidupan begitu berarti dan indah untuk dijalani, jadi jangan merusaknya dengan menggunakan narkoba,” tutup Muljadi. (Artika Sari/E03)