Mendesak! Semarang Percepat Pembuatan Kostum APD

Mendesak! Semarang Percepat Pembuatan Kostum APD
Salah seorang penjahit APD sedang mencoba pakaian APD. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kebutuhan akan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) kian mendesak. Pemerintah Kota Semarang sebagai kota yang sudah menyatakan bisa swasembada, mempercepat pembuatan APD karena terdesak kebutuhan yang kian membludak.

Inibaru.id - Belum lama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa Jateng tengah memproduksi pakaian APD sendiri, Pemkot Semarang pun mengumumkan kemungkinan memproduksi APD secara mandiri

Bertujuan mengatasi kelangkaan APD bagi petugas yang tengah berjuang memerangi wabah Covid-19, pembuatan pakaian APD, salah satunya, dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Kota Semarang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Soetrisno mengatakan, produksi pakaian APD sudah dilakukan sejak Selasa (24/3/2020). Pakaian tersebut, lanjutnya, dibuat lengkap, mulai dari baju, sepatu, dan penutup kepala.

"Bahan kami dapatkan dari Dinkes Kota Semarang," tuturnya, Jumat (27/3) pagi, "Kami yang eksekusi."

Ruang kerja penjahit pakaian APD. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ruang kerja penjahit pakaian APD. (Inibaru.id/ Audrian F)

Oya, seperti sudah jamak diketahui, bahan pembuatan pakaian APD adalah Polypropylene Spundbond. Sementara, untuk pembuatan, Kota Semarang meminta bantuan para peserta pelatihan di BLK Disnaker Kota Semarang.

“Mereka sudah dilatih. Selain itu juga dibantu para alumni,” ujar Sutrisno, yang juga menuturkan sebanyak 20 murid dikerahkan untuk mempercepat pembuatan APD.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Sutirisno. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Sutirisno. (Inibaru.id/ Audrian F)

Target Belum Tercapai, tapi Diusahakan

Dari enam gulung bahan APD yang ada di BLK, sebanyak 137 pakaian telah selesai dibuat. Sisanya, masih ada 224 bahan yang sudah dicetak, tapi belum memasuki tahap jahit. Sutrisno mengakui, saat ini pihaknya belum berhasil mencapai target pembuatan, tapi masih terus diusahakan.

“Sesegera mungkin dikejar agar bisa segera didistribusikan. Deadline-nya 30 Maret,” kata dia.

Pakaian yang sudah jadi nantinya diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Semarang. Setelah itu disterilkan di Rumah Sakit Wongsonegoro sebelum didistribusikan kembali oleh Dinkes.

Para penjahit sedang memamerkan pakaian APD yang telah mereka produksi. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Para penjahit sedang memamerkan pakaian APD yang telah mereka produksi. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sementara, pada hari yang sama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke BLK Disnaker untuk meninjau pembuatan APD. Namun, sayang, saat itu para pekerja sudah mengakhiri jam kerjanya.

Kendati demikian, Ganjar mengaku mengapresiasi Pemkot Semarang karena mampu membuat APD dalam waktu yang singkat.

“Ini bagus. Anak-anak yang kursus di BLK ini mendedikasikan dirinya membantu pemerintah dalam upaya penanganan corona. Inovasi dan kreasi seperti ini yang patut kita apresiasi,” ucap Ganjar.

Semoga APD yang dibuat Kota Semarang bisa bermanfaat ya, Millens. (Audrian F/E03)