Benarkah Mendengarkan Musik saat Berolahraga Berpengaruh pada Detak Jantung?

Benarkah Mendengarkan Musik saat Berolahraga Berpengaruh pada Detak Jantung?
Pengaruh musik saat berolahraga. (Shutterstock)

Mendengarkan musik saat olahraga memang dapat menghilangkan kebosanan. Namun, benarkah hal itu memicu jantung untuk berdetak lebih cepat?

Inibaru.id - Bagi kebanyakan orang, olahraga nggak afdal tanpa adanya earphone yang menggantung di telinga. Hentakan musik dinilai lebih membuat mereka bersemangat. Ada juga alasan lain yang membuat mereka mendengarkan musik sambil berolahraga.

Yap, musik bergenre upbeat music disebut-sebut dapat memberikan dorongan lebih saat berolahraga. Studi yang ditulis Matthew Stork, Ph.D, dalam jurnal Psychology of Sport & Exercise ini melibatkan 24 lelaki dan perempuan yang melakukan tiga sprint 20 detik dengan upaya yang maksimal.

Di antara setiap set tiga print, peserta bersepeda selama dua menit dengan intensitas rendah. Total waktu yang mereka habiskan untuk berolahraga kurang lebih 10 menit, sudah termasuk pemanasan dan pendinginan.

Lalu, peserta melakukan latihan ini dengan tiga kondisi berbeda. Peserta kelompok pertama mendengarkan musik motivasional lebih dari 120 detak per menit (bpm). Peserta kelompok kedua mendengarkan podcast, dan peserta kelompok terakhir nggak mendengarkan apapun.

Setelah diuji, peneliti menemukan ketika para peserta mendengarkan musik yang bersemangat, detak jantung dan peak power output lebih tinggi. Jumlah itu lebih tinggi daripada mereka yang mendengarkan podcast atau tanpa suara sama sekali.

Dilansir dari laman Kompas, Selasa (9/7/2019), peserta pun mengaku lebih menikmati olahraga dengan mendengarkan musik dibanding mendengarkan podcast atau tanpa suara. Hal ini terjadi karena kombinasi faktor fisiologis dan psikologis. 

Secara fisiologis, ada konsep yang disebut entrainment yakni kecenderungan otak untuk melakukan sinkronisasi dengan musik. Hal tersebut menjelaskan peningkatan denyut jantung. 

Namun, ketika berada pada peak power output jantung maksimal, tubuh beralih ke keadaan aliran dengan zona optimal tempat sepenuhnya fokus pada tugas yang sedang dihadapi. 

“Tapi aspek psikologisnya besar. Faktor-faktor musik seperti lirik, tempo, dan ritme bersatu untuk membangkitkan respons emosional,” ujar Stork. 

Kamu tipe orang yang berolahraga sambil mendengerkan musik atau nggak nih, Millens? (IB24/E04)