Mendengar Ratapan Hati Sobat Ambyar yang Diaduk-Aduk Didi Kempot

Seiring dengan kepopulerannya yang melonjak kembali, Didi Kempot punya fans garis keras yang mengatasnamakan dirinya dengan "Sobat Ambyar". Seambyar apakah sebetulnya mereka?

Mendengar Ratapan Hati Sobat Ambyar yang Diaduk-Aduk Didi Kempot
Sobat Ambyar yang meratapi isi hatinya dengan iringan lagu-lagu Didi Kempot. (Inibaru.id/ Audrian F)

Inibaru.id - Didi Kempot sudah terbukti, lagunya laris dalam lintas generasi. Hal itu ditunjukan dengan popularitasnya yang kembali moncer. Ditambah dengan sebagaian besar pendengar barunya adalah anak muda, Didi Kempot sampai dijuluki The Godfather of Broken Heart.

Nah, bertepatan dalam merayakan HUT RI ke-47, Pemkot Semarang mengundang Didi Kempot untuk meramaikan pembukaan Semarang Jelajah Musik (Semarjamu) dan Semarang Introducing Market yang dilaksanaan di Jalan Bojongsalaman, Banjir Kanal Barat, Kota Semarang, Rabu (21/8) malam.

Sejak mulai populer berikut dengan fansnya yang baru itu, mereka mencanangkan sebuah nama yang disebut dengan Sobat Ambyar. Dalam keanggotaan mereka menamakan anggota pria dengan “Sad Boy” dan wanita dengan “Sad Girl”.

Salah satu penonton wanita yang membetuk tanda "love" di tangannya. (Inibaru.id/ Audrian F)

Firda, yang meski nggak terdaftar sebagai Sad Girl namun mengaku fans berat lagu-lagu Didi Kempot. “Saya juga lagi ambyar saat ini. Lagu-lagu Didi Kempot banyak yang mewakili perasaan saya,” tutur dara berusia 19 tahun yang sedang menempuh kuliah di Universitas Diponegoro ini.

Begitu pula dengan Yudi, warga yang berdomisili di Krapyak ini tampak sampai menangis saat mendengar Didi Kempot menyanyikan lagu Cidro.

“Ini saya banget. Pas!” Yudi sesekali mengumpat, namun lebih banyak meluapkan emosinya dengan menangis. Pernyataannya tersebut makin mantap dengan dia memakai baju bergambar Didi Kempot dengan dibubuhi tulisan, “Aku nelongso mergo kebacut tresno.”

Penonton Didi Kempot. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sebagian besar yang menghayati lagu Didi Kempot memang memiliki latar belakang yang hampir sama. Yakni disatukan atas dasar patah hati. Namun ada juga yang menyukai lagu Didi Kempot sejak lama.

“Saya bukan seperti anak-anak muda itu. Saya memang penggemar Didi Kempot sejak remaja,” ujar Rosikin, pria berusia 41 tahun.

Hal yang sama juga datang dari Indriyanti. Ibu paruh baya yang rela berdesakan agar bisa melihat Didi Kempot dari dekat.

“Didi Kempot itu lagunya banyak banget. Cuma yang laris yang sering dinyanyikan orang akhir-akhir ini,” ucap Indri.

Meskipun berdesakan,namun mereka masih sanggup meratapi isi hatinya. (Inibaru.id/ Audrian F)

Memang wajar jika penggemar Didi Kempot lintas generasi. Lagu-lagu Didi Kempot memang nggak lekang ditelan oleh zaman.

Bedanya kini lebih terkoordinasi, sudah terbentuk wadah setelah diresmikan dalam sebuah acara Rumah Blogger Indonesia pada medio Juni 2019 lalu. Kalau kamu mau lebih pengin tahu banyak mengenai Sobat Ambyar, kamu bisa ikuti Instargamnya di @sobatambyar.

Jadi seperti itulah curahan para Sobat Ambyar, Millens. Kira-kira kamu juga se-ambyar mereka nggak? (Audrian F/E05)