Mendengar Motif Peserta Cek Kesehatan Gratis Gejala Virus Corona

Mendengar Motif Peserta Cek Kesehatan Gratis Gejala Virus Corona
Pada tahap screening peserta akan berkonsultasi dengan petugas. (Inibaru.id/ Audrian F)

Penyebaran virus corona yang meningkat dinilai membuat banyak orang was-was. Karena itu banyak orang berbondong-bondong mendatangi tempat tes kesehatan gratis gejala virus corona di RSJD dr Amino Gondohutomo. Apa yang membuat mereka mantap memeriksakan diri?

Inibaru.id - Tes kesehatan gratis virus corona sudah digalakkan di beberapa rumah sakit di Kota Semarang. Lantaran memiliki gejala yang mirip dengan sakit biasa, orang-orang datang untuk memastikan dirinya nggak terinfeksi corona.

Salah satu tempat yang menawarkan pemeriksaan gratis itu adalah RSJD dr Amino Gondohutomo Pedurungan. Menurut Instalasi Humas RSJD dr Amino Gondohutomo Ririn Dwi Hapsari, peserta tes terus bertambah.

“Dalam data kami di hari Senin itu yang datang 13 orang. Hari Selasa 58, kemudian hari Rabu jadi 113 orang. Sementara yang diuji laborat ada 2,” paparnya, Kamis (19/3).

Suasana cek kesehatan gratis gejala corona di RSJD dr Amino Godohutomo. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Suasana cek kesehatan gratis gejala corona di RSJD dr Amino Godohutomo. (Inibaru.id/ Audrian F)

Lalu, apa sih yang membuat peserta mengikuti tes?

Udin salah seorang pemuda yang tinggal di Jalan Soekarno-Hatta berkata kalau dirinya sedang demam. Gejalanya antara lain batuk, pilek, dan panas. Meskipun belum tentu terindikasi corona namun dia merasa was-was.

“Ya saya takut saja. Masih musim seperti ini soalnya. Jadi saya langsung ke sini saja. Saya ingin tahu lebih jelas,” ujar Udin.

Kekhawatiran serupa menerpa Deni Candra. Dia sedang sakit batuk dan pilek. Dirinya bertambah cemas karena sempat menerima barang dari Tiongkok.

Pengunjung yang cek kesehatan memiliki beragam motif, salah satunya karena mendapat paket barang dari Tiongkok. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Pengunjung yang cek kesehatan memiliki beragam motif, salah satunya karena mendapat paket barang dari Tiongkok. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Siapa tahu saja kan. Solanya virusnya menempel di benda-benda. Saya takut saja kalau tertular. Maknya coba saya cek,” ucap Deni yang mengenakan masker.

Jika peserta lain datang dengan keluhan kesehatan, beda dengan Tania. Sebenarnya perempuan ini mengaku sehat dan ke mari karena mengantar tantenya yang sakit. Dia ikut periksa atas saran dari sang tante.

“Awalnya agak takut juga sih diajak ke sini. Soalnya nanti tertular atau bagaimana gitu. Eh, tapi kok kok sampai lokasi kayaknya nggak semenakutkan yang saya kira. Tapi tetap harus waspada,” tambahnya.

Nicholas mengira akan mendapat perawatan lebih. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Nicholas mengira akan mendapat perawatan lebih. (Inibaru.id/ Audrian F)

Cerita lain datang dari Nicholas. Laki-laki yang tengah batuk dan menderita sakit pernapasan ini berharap mendapat perawatan khusus sebab memiliki riwayat sakit kadiovaskular.

“Saya pun belum sempat ke dokter lain. Langsung ke sini. Saya kira akan dapat penanganan yang lebih serius gitu atau bagaimana. Teryata hanya gitu doang,” jelasnya kecewa.

Hm, jadi itu alasan para peserta ikutan cek kesehatan gratis corona. Kamu tertarik periksa nggak, Millens? (Audrian F/E05)