Memicu Kerusakan Parah, Kapan Siklon Tropis Seroja NTT Diprediksi Berakhir?

Memicu Kerusakan Parah, Kapan Siklon Tropis Seroja NTT Diprediksi Berakhir?
Banjir bandang dan longsor di Flores Timur, NTT akibat siklon tropis Seroja. (Twitter/BNPB_Indonesia)

Banjir bandang di Kabupaten Flores melengkapi bencana Siklon Tropis Seroja yang belakangan berkecamuk di NTT. Kapan siklon tropis seroja NTT diprediksi berakhir?

Inibaru.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, Siklon Tropis Seroja yang kini tengah berada di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal terus berkecamuk hingga Selasa (6/4/2021). Pusaran angin tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi memicu gelombang laut mencapai enam meter.

Kepala Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Jakarta pada Senin (5/4) mengatakan, angin yang berembus juga cukup kencang, dengan kecepatan mencapai 5-45 knot. Hal ini, lanjutnya, perlu dipantau dengan saksama oleh masyarakat pesisir, nelayan dan penyedia jasa pelayaran.

“Perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap pelayaran dan tetap waspada bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi,” kata Eko.

Banjir Bandang dan Tanah Longsor Melanda NTT

Penampakan Siklon Seroja dari citra satelit di kawasan NTT. (Twitter/Jogjaupdate)
Penampakan Siklon Seroja dari citra satelit di kawasan NTT. (Twitter/Jogjaupdate)

Pada hari yang sama, Senin (5/4) dini hari, selain ancaman dari Siklon Tropis Seroja, masyarakat NTT juga dikagetkan dengan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Flores Timur. Bencana tersebut menelan cukup banyak korban.

Berdasarkan data keluaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (5/4) pukul 05.00 WIB, setidaknya nggak kurang dari 44 orang dipastikan meninggal dan puluhan lainnya hilang akibat bencana tersebut.

Pihak berwajib mengklaim, proses evakuasi dan pencarian korban di lokasi kejadian cukup sulit karena hujan deras dan gelombang tinggi terjadi di sebagian besar wilayah NTT yang terpisah-pisah oleh lautan.

Sebagai contoh, pengiriman bantuan logistik di Pulau Adonara sulit dilakukan lewat transportasi laut karena cuaca ekstrem. Ini tentu berakibat buruk bagi korban. Selain itu, wilayah yang baru kali ini terdampak banjir tersebut juga menimbulkan lebih banyak korban.

“Titik-titik yang terjadi (banjir bandang) tersebut selama ini tidak pernah terkena banjir,” ucap Bupati Flores Timur Anton Hadjon.

Kapan Siklon Seroja Berakhir?

Ilustrasi: Siklon Tropis Seroja menguat sejak Senin (5/4). (Pixabay/Wikiimages) 
Ilustrasi: Siklon Tropis Seroja menguat sejak Senin (5/4). (Pixabay/Wikiimages) 

Menurut keterangan BMKG, Siklon Tropis Seroja semakin menguat sejak awal kemunculan pada Senin (5/4) pukul 01.00 WIB. Dalam 24 jam, pusaran angin yang berpusat di sekitar Samudera Hindia ini akan kian membesar, memicu hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Wilayah yang patut diwaspadai adalah NTT, NTB, dan wilayah selatan Indonesia yang lainnya. Saat ini siklon tersebut tengah bergerak menjauhi wilayah Indonesia menuju barat daya Samudera Hindia dengan kecepatan 9 knot atau sekitar 10 kilometer per jam.

Oya, perlu kamu tahu, siklon memang biasanya menjauhi kawasan garis katulistiwa. Jadi, semoga saja "angin ribut" ini segera menjauh dari Indonesia agar nggak lagi menyebabkan kerusakan, ya, Millens!(Kum/IB09/E03)