Begini Cara Menghadapi Penderita Gangguan Jiwa

Kamu pernah menghadapi penderita gangguan jiwa tapi masih bingung gimana cara menghadapinya? Supaya nggak salah langkah, ketahui dulu kondisi seperti apa yang mereka butuhkan.

Begini Cara Menghadapi Penderita Gangguan Jiwa
Membuka diri pada pasien gangguan jiwa bisa membantu proses penyembuhan mereka, lo. (Allperfectstories.com)

Inibaru.id – Penderita gangguan jiwa perlu mendapatkan penanganan khusus dalam proses penyembuhannya. Selain menjalani beragam terapi, dukungan dari orang-orang terdekat juga berperan penting dalam proses ini. Jika orang terdekatmu sedang menjalani proses tersebut, sebaiknya kamu turut berperan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman baginya.

Menurut Psikolog Monika Windriya Satyajati, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi mereka, kamu bisa memulainya dengan memperbaiki hubungan dengan penderita. Jika sebelumnya kamu nggak terlalu dekat dengannya, cobalah tunjukkan bila kamu membuka diri dan bisa menjadi sahabatnya.

Penderita gangguan jiwa biasanya merasa kesepian. Nah, menunjukkan bila kamu bisa menjadi sahabatnya bisa meminimalisasi rasa kesepian yang dirasakannya.

Jika penderita berhasil menjalin kedekatan dengan orang-orang di sekitarnya, proses penyembuhannya bisa dipercepat. Ini juga membantunya memiliki konsep diri yang baik sehingga dia merasa berharga. Saat berkomunikasi dengan penderita, hindari pula untuk mengungkapkan hal-hal negatif seperti mengejek atau meremehkannya.

Menurut Monik, yang bikin miris, penderita gangguan jiwa justru biasanya orang-orang yang memiliki prestasi atau kinerja yang baik dalam kesehariannya. Orang-orang ini biasanya diremehkan dalam suatu bidang, padahal mereka memiliki kemampuan yang baik di bidang lain. Lantaran kurang mendapat dukungan sosial, mereka kemudian merasa sendiri dan depresi.

Jika orang terdekatmu sedang menjalani proses penyembuhan, hal yang bisa kamu lakukan adalah mendukungnya. Dukungan ini bisa berupa mendorongnya untuk menemukan hobi baru atau melakukan hal-hal yang sesuai dengan renjananya. Dorong dia untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.

Hal lain yang juga nggak kalah penting adalah mengurangi stigma atau label negatif terhadap penderita. Salah satu contoh, kalau ada temanmu yang baru selesai menjalani rehabilitasi narkoba, jangan lagi mengungkit-ungkit masa lalunya dengan menyebut dia sebagai pencandu. Ini bisa berpengaruh terhadap kepercayaan dirinya, Millens. Berempatilah dengan membuatnya merasa memiliki kesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik di masa depan.

Kondisi nyaman ini tentu berbeda jika penderita memiliki gangguan jiwa yang bisa merugikan dirinya dan orang lain. Kalau si penderita itu sedang mengalami fase “marah-marah”, sebaiknya perhatikan apakah lingkunganmu cukup aman untuknya. Hindari menaruh benda-benda tajam supaya nggak menimbulkan korban.

Jika penderita dinilai nggak berbahaya, biarkan dia leluasa bergerak. Namun, kalau dia sampai merusak barang-barang di sekitarnya, jangan ragu untuk minta bantuan tenaga medis ya.

Sudah tahu kan apa saja yang sebaiknya kamu lakukan jika orang terdekatmu menderita gangguan jiwa? Sembuh atau tidaknya mereka juga bergantung pada dukungan orang-orang terdekat, Millens. Jadi, yuk, dukung mereka. (Artika Sari/E04)