Apa Benar, Liburan Singkat Justru Lebih Berkesan?

Apa Benar, Liburan Singkat Justru Lebih Berkesan?
Liburan singkat. (Halomoney)

Liburan dengan waktu yang singkat disebut lebih berkesan. Benarkah?

Inibaru.id – Liburan selama seminggu tentu lebih menyenangkan ketimbang hanya berlibur tiga hari. Selain lebih puas, lebih banyak tempat yang bisa dikunjungi dalam kurun waktu tersebut. Namun, apakah waktu liburan yang panjang meninggalkan kesan yang lebih banyak pula?

Psikolog Daniel Kahneman mengatakan, dalam hal memori, liburan singkat sama efektifnya dengan liburan dengan durasi yang lebih panjang. Dalam studi yang dilakukan Kahneman, sisi psikologi setelah pulang liburan bisa dibagi menjadi “mengalami diri” dan “mengingat diri”. Pengalaman tetap tinggal pada momen liburan, sedangkan mengingat berarti melakukan reka ulang hal-hal yang telah lewat.

Kebahagiaan yang diraih bergantung pada apa yang kamu kejar. Jika kamu pengin memaksimalkan kebahagiaan dengan “mengalami diri”, maka rencanakan liburan yang panjang. Namun, bila kamu hanya pengin meningkatkan kebahagiaan dengan “mengingat diri”, maka waktu liburan nggak terlalu berarti.

“Otak manusia cenderung mengingat sesuatu yang baru, belum pernah dialami sebelumnya. Jika cerita hidup Anda nggak berubah dari waktu ke waktu, kita cenderung melupakan beberapa detail. Inilah mengapa waktu seolah cepat berlalu meski hari terasa panjang,” ujar Kahneman seperti ditulis Kompas.com, Selasa (11/7/2017).

Supaya liburan panjangmu lebih berkesan, kamu bisa menyiasatinya dengan berpindah-pindah tempat menginap. Dengan perpindahan itu, kamu memiliki pengalaman baru yang bisa memuaskan diri. (IB24/E04)