Memaknai Silaturahmi Lebaran Lewat Reuni

Lebaran sering dijadikan momen untuk bersilaturahmi sekaligus reuni dengan kawan lama. Hm, menyenangkan atau menegangkan ya?

Memaknai Silaturahmi Lebaran Lewat Reuni
Ilustrasi silaturahmi Lebaran. (Pegipegi.com)

Inibaru.id – Lebaran merupakan momen yang pas untuk bersilaturahmi baik itu kepada keluarga, sanak saudara, tetangga, maupun teman-teman. Libur Lebaran yang lumayan panjang juga biasanya dimanfaatkan untuk membuat acara kumpul bersama teman-teman yang sudah lama nggak bersua seperti reuni. Bagi sebagian orang, reuni mungkin sangat ditunggu-tunggu, tapi ada juga yang malah menghindari acara satu ini.

Tentu banyak alasan yang melatarbelakangi rasa nggak nyaman saat reuni. Beberapa di antaranya merasa canggung, minder, bahkan bosan dengan pertanyaan-pertanyaan yang "mematikan".

Pertama, kamu mungkin bakal merasa canggung. Bertemu dan memulai obrolan dengan teman lama memang bukan perkara mudah. Latar belakang pendidikan yang berbeda, lingkungan yang berbeda, serta perkerjaan yang berbeda kerap menjadi kendala untuk klik dengan teman lama.

“Dulu pernah ada reuni angkatan, tapi aku nggak datang. Soalnya apa ya, ngerasa canggung saja gitu, sudah lama nggak bertemu. Terus nggak ada temen deket yang datang juga, yang datang tuh anak-anak famous gitu, sementara aku anak cupu,” ungkap Fatma (22) disusul tawa.

Kedua, pertanyaan-pertanyaan dasar seperti sudah nikah atau belum, sudah lulus atau belum, kerja dimana, gaji berapa, kadang terlontar dari mulut teman-temanmu. Hal ini wajar terjadi karena teman-teman yang sudah lama nggak berjumpa pengin mengetahui keadaanmu sekarang.

Untuk orang-orang yang mencapai kesuksesan di usia muda tentu bukan masalah. Namun, beda cerita bila pertanyaan ini mampir ke orang-orang yang memiliki jalan hidup yang berbeda. Ini yang biasanya menjadi alasan bagi sebagian orang untuk memutuskan nggak ikut reuni.

Perubahan tubuh, muka, dan gaya berpakaian juga menjadi hal yang sering disoroti orang-orang yang sudah lama nggak jumpa.

“Kalo aku paling nggak suka sama basa-basi fisik kaya gini: wah, gemukan ya sekarang, cie sudah bisa make up, sekarang gayanya hits banget deh, nggak cupu lagi. Komen-komen gitu ganggu banget sih buat aku. Jadi mending nggak usah datang saja lah, daripada dikomen macam-macam,” terang Ade (23).

Duh, susah juga ya kalau begitu, Millens. Eits, kendati banyak yang merasa nggak nyamaan saat silaturahmi dalam reuni, ada juga lo yang malah menunggu-tunggu acara itu. Menjalin silaturahmi menjadi alasan utama mereka yang datang ke acara reuni.

Selain menjalin silaturahmi, bertemu dengan kawan lama setelah Lebaran juga bisa menjadi ajang nostalgia. Kamu bisa membicarakan kenangan-kenanganmu di masa lalu dengan teman-teman lama.

“Selama ini ya paling baru reuni kelas. Kalau reuni angkatan belum ada, tapi semisal ada aku bakal datang. Nggak ada alasan nggak dateng. Kenangan waktu SMA juga nggak buruk, jadi kenapa nggak?” ungkap Nurul (32).

Hm, bermacam-macam ya, Millens. Namun, perlu diingat nih, inti reuni itu adalah silaturahmi. Jadi, jangan diubah sebagai ajang mengomentari segala sesuatu tentang temanmu ya. Segala pilihan ada di tanganmu, kok. Mau datang ataupun nggak yang penting hubungan dengan kawan lama jangan sampai terputus ya! Selamat silaturahmi. (Faidah Umu/E04)