Celana Dalam Merah hingga Rabo-Rabo untuk Rayakan Tahun Baru

Malam tahun baru selama ini yang kita tahu identik dengan kembang api. Namun, ada juga, lo, tradisi lain untuk menyambut pergantian tahun. Unik-unik! Apa saja ya?

Celana Dalam Merah hingga Rabo-Rabo untuk Rayakan Tahun Baru
Tahun baru identik dengan kembang api. (Goodnewsfromindonesia.id)

Inibaru.id – Selama ini, euforia tahun baru selalu dianggap identik dengan pesta kembang api dan makan besar. Namun, di berbagai negara, ternyata ada banyak cara lain buat merayakan lain, lo, Millens. Tradisi turun-temurun itu terbilang unik dan menarik. 

Penduduk Siberia membiasakan diri menanam pohon baru tiap pergantian tahun, Millens. Seperti ditulis Bintang.com, Sabtu (30/12/2017). Pohon-pohon baru itu ditanam di danau beku saban awal tahun. Ini dilakukan sebagai simbol memulai hidup baru.

Lain Siberia, lain pula Spanyol. Pada malam tahun baru, warga Spanyol harus memakan buah anggur sebanyak 12 biji tepat satu detik sebelum hari berganti. Sebanyak 12 butir anggur itu harus dimakan bersamaan lo Millens.

Baca juga:
Film Horor yang Bakal Mendatangimu Tahun Ini
Tahun 2018, Apa Medsos Pilihanmu?

Makan anggur dilakukan dengan tujuan mereka mendapatkan keberuntungan pada tahun mendatang.

Memakan dua belas anggur merupakan tradisi tahun baru di Spanyol. (Reddoorz.com)

Warga Brazil juga punya tradisi unik untuk menyambut tahun baru. Mereka memberi persembahan kepada Dewi Laut dengan melempar bunga putih ke laut. Jika bunga itu kembali berarti Dewi Laut tidak menerima persembahannya. 

Sementara, penduduk Denmark memiliki tradisi unik memecahkan piring porselen yang sudah nggak terpakai untuk menyambut tahun baru. Semakin tinggi tumpukan pecahan piring menandakan semakin beruntung orang itu.

Sedangkan di Italia, banyak orang percaya, memakai celana dalam warna merah pada malam tahun baru bakal membuat peruntungan cinta mereka lebih baik. Aw, kayak Superman ya! Ha-ha

Namun, berkebalikan dengan kebanyakan masyarakat dunia yang merayakan tahun baru dengan gegap-gempita, warga Chili justru merayakan pergantian tahun dengan berkumpul di pemakaman. Mereka merayakannya dengan orang terkasih yang telah meninggal.

Rabo-rabo

Gimana dengan Indonesia? Sebagai negara yang sarat budaya dan tradisi, Nusantara tentu punya dong perayaan semacam ini, salah satunya di daerah Kampung Tugu, Jakarta Utara. Kompas.com, Selasa (2/1/2018), menulis, untuk menyambut Natal dan Tahun Baru, warga Tugu berkeliling ke setiap rumah di kampung tersebut sambil menyanyi keroncong.

Tradisi Rabo-Rabo di Jakarta Utara. (Tempo.co/Charisma Adristy)

Tradisi yang dinamai Rabo-Rabo itu diawali dengan kebaktian doa di gereja pada pagi hari. Selanjutnya rombongan musik keroncong mulai berkunjung ke rumah-rumah warga. Saat rombongan bertemu dengan warga, mereka langsung menyalami dan cipika cipiki (cium pipi kanan dan kiri).

Setelah menghabiskan tiga sampai empat lagu mereka mengunjungi rumah lain, tapi salah seorang penghuni rumah itu harus ikut serta dalam rombongan hingga ke rumah terakhir. Begitu seterusnya.

Baca juga:
Catatan 2017: Lokawisata Kita yang Instagrammable Setahun Ini
Catatan 2017: Tiga Youtuber Indonesia Paling Cetar

Menarik juga ya, Millens. Kamu juga punya tradisi semacam itu? Yeah, yang pasti ketimbang sekadar bakar kembang api atau tiup terompet tahun baru, mengikuti tradisi semacam ini mungkin bakal lebih bikin awal tahun kita bermakna kali ya. (IF/GIL)