Media Mainstream Dimanipulasi untuk Kepentingan Politik

Beberapa orang menganggap bahwa media mainstream kini tak lagi memberitakan tentang kebenaran. Tapi tahukah Anda.

Media Mainstream Dimanipulasi untuk Kepentingan Politik
Media Manipulasi (Foto : google)
1k
View
Komentar

inibaru.id - Beberapa orang menganggap bahwa media mainstream kini tak lagi memberitakan tentang kebenaran. Tapi tahukah Anda bahwa tak sedikit media mainstream telah “dimanfaatkan” oleh oknum tertentu? Oknum-oknum tersebut memanipulasi berita yang telah dirilis oleh media mainstream lalu memviralkannya di media sosial. Seperti kasus yang terjadi pada Koran Tempo dan Metro TV beberapa waktu lalu.

Halaman depan Koran Tempo maupun potongan klip berita Metro TV telah dimanipulasi alias diedit judul beritanya sehingga beritanya terkesan provokatif. Oknum tersebut memanipulasi berita dari media mainstream bukan tanpa alasan. Pertama, mereka ingin membangun persepsi sesuai kebutuhan politik atau untuk kepentingan tertentu pribadi atau kelompok mereka.

Kedua, mereka ingin menjatuhkan media mainstream yang ada untuk mencapai kepentingan tertentu. Pasalnya, dengan melakukan propaganda secara terus menerus akan mengaburkan persepsi masyarakat terkait isu-isu dan berita yang dirilis media tersebut. Berita yang benar diberitakan dianggap salah, pun sebaliknya. Berita yang padahal salah tapi dianggap benar.

Pada akhirnya, hal tersebut akan berpengaruh pada kredibilitas media mainstream di mata masyarakat. Media yang semestinya jadi salah satu pilar penegak demokrasi tapi karena manipulasi oknum tak bertanggung jawab membuat media tersebut terkesan seperti musuh demokrasi.

Pada intinya, makin canggih arus informasi membuka peluang bagi siapa pun yang ingin menggunakan media maupun media sosial untuk menjatuhkan dan membunuh karakter atau nama baik seseorang atau kelompok tertentu dengan mudahnya. Dan bagaimanapun pemelintiran atau manipulasi terhadap media oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi maupun kelompok merupakan kejahatan media. (HA)