Media di Mata Millenial, Sudahkah Ideal?

Media di Mata Millenial, Sudahkah Ideal?
Media memegang peran penting dalam mencegah penyebaran hoaks. (omaghenterprise)

Di tengah gencarnya penyebaran hoaks, media memegang peranan penting dalam penyebaran informasi berdasarkan data. Namun, sudahkah media menjadi sesuatu yang ideal di mata millenial?

Inibaru.id – Menjelang pemilihan umum, media sosial dipenuhi beragam konten yang sering menjatuhkan kedua pihak. Yang memprihatinkan, konten-konten itu nggak jarang memberi informasi yang nggak akurat. Ini tentu berpotensi menimbulkan hoaks jika si pembaca nggak kritis dalam menyerapnya.

Untuk meminimalisasi penyebarannya sekaligus mengedukasi anak muda, Media Group dan Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan seminar bertema “Cerdas Melawan Hoax” pada Rabu (23/1/2018).

Dihadiri ratusan peserta dari kalangan millenials Kota Kretek, seminar berlangsung seru. Semuanya antusias, nggak tekecuali Nadia Marlika. Seminar tersebut diakuinya cukup membuka wawasan tentang hoaks.

Namun, saat ditanya apakah kebanyakan media di masa kini sudah ideal, mahasiswa Jurusan Manajemen UMK ini tidak sepakat. Menurutnya, masih banyak yang perlu dibenahi.

"Saya cukup sering menjumpai media yang terkesan asal-asalan dalam menyebarkan informasi.

Supaya nggak kemakan hoaks, Nadia biasanya memilih untuk nggak hanya membaca dari satu sumber saja.

“Saya biasa cari tahu lebih lanjut suatu informasi karena menurut saya masih cukup banyak media yang nggak berimbang. Pembaca juga seharusnya lebih kritis dalam menyerap berita,” kata Nadia.

Rihana Fida sepakat dengan Nadia. Dia pun cenderung sulit percaya pada media massa lantaran kerap menemukan berita yang nggak berimbang. Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris UMK ini melihat media juga memiliki kepentingan yang mengurangi independensinya.

“Saya sering berpikir berita yang disebarluaskan itu mungkin saja mengandung informasi yang dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangi. Sebagai pembaca, saya nggak langsung percaya, apalagi sekarang ada banyak media yang alamat situsnya nggak meyakinkan,” ujar Fida.

Hm, ternyata anak muda sekarang cenderung kritis, ya. Kritis memang sikap yang dianjurkan dalam menerima suatu informasi, biar kamu nggak jadi bagian dari penyebaran hoaks.

Kalau hoaks sudah tersebar, bukannya nggak mungkin bakal merugikan pihak-pihak tertentu, termasuk kamu. Jadi, sebelum menekan tombol “bagikan”, konfirmasi dulu kebenarannya ya, Millens! (Artika Sari/E03)