Mau Tahu Sosok Lima Polisi yang Gugur di Mako Brimob?

Lima anggota kepolisian gugur saat kerusuhan narapidana terorisme di Mako Brimob, Selasa (8/5/2018) malam. Selamat jalan, wahai para bhayangkara….

Mau Tahu Sosok Lima Polisi yang Gugur di Mako Brimob?
Potret polisi yang gugur di Mako Brimob (Antara Foto/ Risky Andrianto)

Inibaru.id –  Lima polisi gugur saat kerusuhan narapidana terorisme di Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Selasa (8/5/2018) malam lalu. Mereka adalah Ipda Yudi Rospuji Siswanto, Briptu Fandy Setyo Nugroho, Bripka Denny  Setiadi, Bripda Wahyu Catur Pamungkas, dan Bripda Syukron Fadhli. Selain kelima polisi tersebut, seorang tahanan kasus terorisme juga tewas pada kejadian itu. Napi tersebut adalah Abu Ibrahim alias Beny Syamsu, napi teroris Pekanbaru.

Siapakah para bhayangkara yang gugur itu? Mengutip Grid.id (10/5), berikut catatan singkat kelima polisi itu.

Ipda Yudi Rospuji Siswanto, Sang Guru Ngaji

Perwira pertama polisi yang tinggal di Perumahan Bukit Waringin Blok K-4 No 3 Kelurahan Sukma Jaya, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor ini memiliki tiga anak, yaitu  Kevin (16), Kirana (7), dan Lastra (4). Istrinya, Lutfi, tengah hamil tua.

Di lingkungan rumahnya, Yudi dikenal sebagai orang baik dan ramah. Menurut seorang tetangganya, Hasanah (40), Yudi dikenal sebagai sosok religius. Dia kerap mengajar ngaji anak remaja di sekitar rumahnya saat memiliki waktu luang.

Briptu Fandy Setyo Nugroho dan Jam Pemberian Komandan

Erik Kristanto, kakak Briptu Fandy, bercerita, sebelum Selasa malam tragis itu adiknya sempat mengungkapkan keinginan untuk berpindah daerah tugas, ke Semarang atau Yogyakarta. Alasannya, Fandy ingin mencari pengalaman baru setelah tiga tahun bertugas di Densus 88 di Jakarta.

Erik juga bercerita tentang jam tangan warna hitam yang dikenakan adiknya. “Dia pernah memamerkan jam itu, hadiah dari komandannya.”

Fandy termasuk anggota polisi yang berprestasi. Dia pernah dipilih untuk mendapat pelatihan di Amerika Serikat.

Bripka Denny Setiadi Punya Saudara Kembar

Bripka Denny ini memiliki saudara kembar perempuan alias kembar dampit bernama Dewi Lukmianti. Mereka akan berulang tanggal kelahiran yang ke-33 pada 15 Mei ini.

"Dia punya saudara kembar perempuan. Dewi, ibu rumah tangga. Dua-duanya sebentar lagi ulang tahun," ucap Apoh, tante Denny, di rumah duka, Jalan Kramat 3E, No 46, RT 008/010, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (9/5/2018).

Apoh mengenal Denny sebagai sosok pria yang bertanggung jawab dan baik, serta rajin beribadah.

Bripda Wahyu Catur Pamungkas dan Kain Kafan yang Tak Boleh Dibuka

Bripda Wahyu berasal dari Dusun Kebayeman RT 2 RW 2 Desa Kamulyan, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen, Jawa Tengah. Dia dimakamkan di TPU setempat di dekat makam kakek-nenek buyutnya.

Menurut salah seorang tetangga, keluarga sempat meminta kain kafan dibuka tapi petugas kepolisian melarang hal itu. Tapi Kadiv Humas Polri Setyo Wasisto sudah memberikan keterangan terkait hasil identifikasi terhadap lima korban kericuhan di Mako Brimob. Dalam penjelasan yang dirinci oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen M Iqbal, mayoritas luka yang dialami korban adalah luka tembak dan luka tusuk yang dalam.

Bripda Syukron Fadhli yang Pintar Voli

Sama seperti Bripda Wahyu, Bripda Syukron berasal dari Kebumen, Jawa Tengah, tepatnya dari Kampung Mirit, Prembun, dan dimakamkan di sana. Selama di Jakarta, dia tinggal di Kompleks TNI AD III, Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur.

Dikutip dari Detik.com (9/5/2018), Menurut Ketua RT 4 RW 6 Kompleks TNI AD III, Prayitno (81), Syukron adalah sosok yang baik di lingkungannya. Selain itu, Syukron disebut aktif berolahraga voli.

"Orangnya baik, namanya orang Jawa. Pinter voli, pinter, remaja voli," imbuhnya.

Penghargaan untuk anggota polisi yang gugur dalam bertugas sudah diberikan Polri. Kelima polisi yang gugur itu dinaikkan satu tingkat pangkatnya berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor KEP/614/V/2018 Tanggal 9 Mei 2018 tentang Pemberian Penghargaan kepada Anggota Polri yang Dinyatakan Gugur dalam Melaksanakan Tugas Kepolisian dan Keputusan Kapolri Nomor KEP/615/V/2018 Tanggal 9 Mei 2018 tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta, kelima anggota Brimob dan polisi mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi.

Jadi, kelima bhayangkara itu kini berpangkat: Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny  Setiadi, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, dan Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli.

 

Surat keputusan kenaikan pangkat anumerta. (Instagram/@krishnamurti_91)

Selamat jalan para kusuma bangsa. Semoga amal ibadah mereka semua berada di sisi Tuhan. (IB02/E04)