Mata Najwa Sukses Kemas Format Baru Debat Pilkada

Mata Najwa Sukses Kemas Format Baru Debat Pilkada
mata najwa (Foto:google)
1k
View
Komentar

inibaru.id-Pilkada DKI tak dimungkiri mencuri perhatian banyak masyarakat. Tak hanya warga DKI tapi juga masyarakat Indonesia di luar Jakarta. Tak sedikit dari masyarakat antusias mengikuti perkembangan berita terkait calon yang akan memimpin DKI selama lima tahun ke depan, termasuk memantau track record kedua pasangan calon.

Untuk mengetahui performa kedua pasangan calon sehingga memudahkan pemilih dalam menentukan pilihannya, beberapa acara debat pun digelar. Belum lama ini debat Pilkada DKI digelar oleh Mata Najwa, salah satu program unggulan Metro TV.

Debat yang digelar pada Senin (27/3) itu bisa dibilang sukses menyajikan format debat yang berbeda dari biasanya. Seperti yang kita tahu, selama ini debat pemilihan pejabat publik di Tanah Air berlangsung dalam format yang kaku. Selain itu biasanya dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panelis atau moderator cenderung searah.

Interaksi antar kandidat pun kurang luwes dan terkesan monoton. Pasalnya, debat tersebut biasanya hanya sebatas pada format “saling bertanya”. Dengan setingan semacam itu masing-masing kandidat hanya akan berbicara terkait isu yang diyakini menguntungkan posisi mereka.

Berangkat dari pemikiran semacam itu, tim program Mata Najwa Metro TV mencoba mengemas debat pilkada ke dalam format yang lebih segar dan berbobot. Seperti dituturkan Najwa Shihab dalam kompas.com, debat pilkada DKI yang digelar Mata Najwa terinspirasi keseruan debat final pemilihan Presiden Amerika Serikat antara Donald Trump dan Hillary Clinton beberapa waktu lalu.

Selain gaya yang mengasyikkan dari masing-masing kandidat, adu argumen pun terjadi sangat luwes karena debat diramu dalam diskusi terbuka yang tidak dibatasi durasi maupun aturan yang terlalu ketat.

Kontes Politik

Debat capres di televisi AS tampak menjadi instrumen utama dalam kontes politik yang mendapat perhatian sangat serius di AS. Tim Mata Najwa terinspirasi mengadopsi acara debat semacam itu dengan tujuan memberikan kesempatan maksimal pada pemilih untuk mendapatkan informasi dan membandingkan pilihan mereka.

Dalam format diskusi terbuka yang dirancang, kandidat dituntut untuk beradu argumen secara langsung atas topik yang ditentukan oleh moderator. Durasi yang lebih fleksibel juga membuat para kandidat leluasa berbicara sembari menyampaikan data yang relevan, mengatur ritme, hingga mengontrol emosi.

Hampir tidak ada sekat dalam proses pertukaran ide. Masing-masing kandidat harus saling beradu pendapat secara cepat dan terkadang spontan. Dengan format ini kandidat tidak hanya dituntut piawai menyampaikan pendapat tapi juga peka untuk mendengarkan jawaban lawan. 

Metro TV dan Mata Najwa bisa dibilang sukses menyajikan debat berkualitas dengan format yang lebih segar, informatif dan edukatif bagi para pemirsanya. (IP)